logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Tips Investasi

NOBI Risk Scoring Engine: Kerangka Manajemen Risiko Proprietary di Balik NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A

NOBI Editorial
·25 Oktober 2026·6 menit baca
NOBI Risk Scoring Engine: Kerangka Manajemen Risiko Proprietary di Balik NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A

Ringkasan

  • Pengelolaan NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A (“NOBI DK”) tidak bertumpu pada proyeksi harga, melainkan pada penentuan besaran eksposur Aset Kripto yang layak ditanggung portofolio setiap hari.
  • Besaran eksposur ditentukan setiap hari dari kondisi risiko pasar pada horizon jangka pendek, menengah, dan panjang. Semakin banyak horizon yang menunjukkan peningkatan risiko, semakin kecil porsi Aset Kripto dalam portofolio, dari 100% hingga 0%.
  • Pada periode 6 Januari–30 September 2026, NABDK per Unit Kripto NOBI DK naik 0,11%. Pada periode yang sama, portofolio Buy & Hold dengan alokasi identik turun 5,63%.
  • NOBI DK, produk PT Dana Kripto Indonesia dengan model bisnis Manajer Dana Kripto, dinyatakan lulus Regulatory Sandbox OJK pada 17 Juli 2026.

1. Latar Belakang

Harga Aset Kripto dapat bergerak tajam dalam hitungan hari. Dalam kondisi seperti itu, keputusan yang paling menentukan hasil investasi bukanlah pemilihan aset, melainkan besaran risiko yang ditanggung. Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara konsisten, PT Dana Kripto Indonesia (“Perusahaan”) membangun NOBI Risk Scoring Engine. Sistem ini adalah sistem penilaian risiko proprietary yang menjadi inti pengelolaan NOBI DK.

2. Metodologi

Pengukuran. Sistem mengukur kekuatan tren harga, tingkat volatilitas, dan likuiditas pasar dari data pasar harian Pedagang Aset Keuangan Digital terkemuka. Pengukuran dilakukan pada horizon jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada setiap horizon, sistem menilai apakah risiko pasar berada di atas tingkat normalnya. Semakin banyak horizon yang menunjukkan peningkatan risiko, semakin kecil porsi Aset Kripto dalam portofolio. Eksposur penuh hanya diberikan ketika seluruh horizon menunjukkan kondisi kondusif, dan eksposur ditiadakan ketika peningkatan risiko terlihat di seluruh horizon. Porsi di luar Aset Kripto ditempatkan dalam Rupiah.

Eksekusi. Perubahan porsi dilakukan secara bertahap melalui Dollar Cost Averaging (DCA), baik saat porsi ditambah maupun dikurangi. Dengan cara ini, hasil portofolio tidak bergantung pada satu titik waktu atau satu tingkat harga.

Tata kelola. Rumus perhitungannya deterministik, sehingga setiap hasil penilaian historis dapat dihitung ulang dan diverifikasi. Setiap keputusan tercatat. Metodologinya ditetapkan dalam dokumen produk, ditelaah berkala oleh komite investasi, dan setiap perubahannya dicatat dalam riwayat revisi.

3. Kinerja Januari–September 2026

Periode ini merupakan periode yang berat bagi pasar Aset Kripto. Harga Bitcoin sempat turun 36,3% dari puncak sekitar Rp1,65 miliar pada pertengahan Januari ke kisaran Rp1,05 miliar pada akhir Juni. Pada tiga gelombang koreksi besar, yaitu Januari, Februari, dan Juni, porsi Aset Kripto dikurangi seiring meningkatnya risiko pasar. Akibatnya, posisi akhir bulan terendah NABDK per Unit Kripto NOBI DK hanya Rp901,88, atau 9,81% di bawah nilai awal.

4. Keterbatasan

Sistem ini bersifat mengonfirmasi (lagging). Perubahan kondisi pasar baru tercermin setelah mulai terjadi, bukan diramalkan sebelumnya. Pada pasar yang bergerak mendatar, hasil penilaian dapat berganti-ganti arah. Pada reli yang cepat dan singkat, portofolio dapat tertinggal dari pasar. Keterbatasan ini merupakan konsekuensi dari disiplin yang disengaja. Pengurangan eksposur dilakukan secara otomatis begitu risiko meningkat, tanpa menunggu keputusan diskresioner.

5. Status Regulasi

NOBI Risk Scoring Engine merupakan bagian dari model bisnis yang diuji selama delapan belas bulan di dalam Regulatory Sandbox OJK. Pada 17 Juli 2026, Perusahaan menjadi peserta pertama yang dinyatakan lulus dengan model bisnis Manajer Dana Kripto.

Catatan metodologi. Kinerja NOBI DK dihitung dari perubahan NABDK per Unit Kripto sejak tanggal peluncuran, 6 Januari 2026 (Rp1.000), hingga 30 September 2026. Pembanding Buy & Hold adalah portofolio hipotetis dengan alokasi 50% Bitcoin, 30% Ethereum, dan 20% Solana, yang dibeli pada tanggal peluncuran dan dipegang hingga akhir periode. Perhitungannya menggunakan harga yang sama dengan penghitungan NABDK, tanpa memperhitungkan biaya apa pun.


NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, Investasi Kripto Dikelola Profesional

CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Investasi kripto yang dikelola profesional tanpa ribet kelola wallet dan seed phrase sendiri. Risk Scoring Engine membantu memantau volatilitas dan pergerakan market setiap hari untuk keputusan investasi yang maksimal, sehingga kamu dapat berfokus pada kegiatan sehari-hari.

  • Portofolio terdiversifikasi Bitcoin (50%), Ethereum (30%), Solana (20%)
  • Dinyatakan lulus Regulatory Sandbox OJK (Surat OJK No. S-254/IK.01/2026)
  • Dilengkapi Risk Scoring Engine untuk memantau pasar 24 jam
  • Mulai dari Rp100.000

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa mendatang.


NOBI Risk Scoring Engine: The Proprietary Risk Management Framework Behind NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A

Summary

  • The management of NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A (“NOBI DK”) does not rely on price projections. Instead, it rests on determining, each day, the level of Crypto Asset exposure the portfolio should bear.
  • Exposure is set daily based on market risk conditions across short-, medium-, and long-term horizons. The more horizons that show rising risk, the smaller the portfolio’s Crypto Asset allocation, ranging from 100% down to 0%.
  • From January 6 to September 30, 2026, NOBI DK’s NABDK per Crypto Unit rose 0.11%. Over the same period, a Buy & Hold portfolio with an identical allocation fell 5.63%.
  • NOBI DK, a product of PT Dana Kripto Indonesia under the Crypto Fund Manager business model, graduated from the OJK Regulatory Sandbox on July 17, 2026.

1. Background

Crypto Asset prices can move sharply within days. Under such conditions, the decision that most determines investment outcomes is not asset selection, but how much risk is borne. To address this question consistently, PT Dana Kripto Indonesia (the “Company”) built the NOBI Risk Scoring Engine, a proprietary risk scoring system at the core of NOBI DK’s management.

2. Methodology

Measurement. The system measures price trend strength, volatility, and market liquidity using daily market data from a leading Digital Financial Asset Trader. Measurements are taken across short-, medium-, and long-term horizons. For each horizon, the system assesses whether market risk is above its normal level. The more horizons that show rising risk, the smaller the portfolio’s Crypto Asset allocation. Full exposure is taken only when all horizons show favorable conditions, and exposure is eliminated when rising risk is evident across all horizons. The portion outside Crypto Assets is held in Rupiah.

Execution. Allocation changes are made gradually through Dollar Cost Averaging (DCA), both when increasing and when reducing the allocation. This way, portfolio results do not depend on a single point in time or a single price level.

Governance. The calculation formula is deterministic, so every historical assessment can be recalculated and verified. Every decision is recorded. The methodology is set out in the product documents, reviewed periodically by the investment committee, and every change is logged in a revision history.

3. Performance, January–September 2026

This was a difficult period for the Crypto Asset market. Bitcoin’s price fell as much as 36.3%, from a peak of around IDR 1.65 billion in mid-January to around IDR 1.05 billion at the end of June. During the three major waves of correction, in January, February, and June, the Crypto Asset allocation was reduced as the market risk rose. As a result, NOBI DK’s lowest month-end NABDK per Crypto Unit was only IDR 901.88, or 9.81% below its initial value.

4. Limitations

The system is confirmatory (lagging). Changes in market conditions are reflected only after they begin to occur; they are not forecast in advance. In sideways markets, the assessment may switch direction back and forth. In fast, short-lived rallies, the portfolio may lag the market. These limitations are a deliberate consequence of discipline: exposure is reduced automatically as soon as risk rises, without waiting for a discretionary decision.

5. Regulatory Status

The NOBI Risk Scoring Engine is part of a business model that was tested for eighteen months in the OJK Regulatory Sandbox. On July 17, 2026, the Company became the first participant to graduate under the Crypto Fund Manager business model.

Methodology note. NOBI DK’s performance is calculated from the change in NABDK per Crypto Unit from the launch date, January 6, 2026 (IDR 1,000), to September 30, 2026. The Buy & Hold benchmark is a hypothetical portfolio allocated 50% to Bitcoin, 30% to Ethereum, and 20% to Solana, purchased on the launch date and held until the end of the period. It is calculated using the same prices used to compute the NABDK and does not account for any costs.


Disclaimer. Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan, dan NABDK dapat naik maupun turun mengikuti volatilitas Aset Kripto yang mendasarinya. PT Dana Kripto Indonesia dengan NOBI DK sebagai produknya ditetapkan Lulus sebagai Peserta Sandbox OJK berdasarkan Surat OJK No. S-254/IK.01/2026 tanggal 17 Juli 2026. Sesuai POJK Nomor 3 Tahun 2024, surat lulus Sandbox bukan merupakan izin usaha untuk melakukan operasional bisnis secara penuh di sektor jasa keuangan.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia. PT Dana Kripto Indonesia dinyatakan lulus dari Sandbox OJK berdasarkan surat OJK no. S-254/IK.01/2026.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Tips Investasi
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

Gedung Tatapuri Lantai 7 Unit 707, Jl. Tanjung Karang No. 3-4A, Kel. Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10230 halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan KetentuanPernyataan Kebijakan SMKI

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.