Binance Diretas US$6,3 Miliar, Terbesar dalam Sejarah Kripto: Kenapa Kustodian Jadi Kunci Keamanan Aset?

Ringkasan: Binance, bursa kripto terbesar di dunia, diretas pada 29 Oktober 2026 dengan nilai sekitar US$6,36 miliar, peretasan kripto terbesar yang pernah tercatat. Peretas membobol hot wallet Binance, yaitu dompet kripto yang terhubung ke internet. Binance menanggung kerugian dan mulai membuka kembali penarikan dana pada 1 November.
Pasar kripto diguncang peretasan terbesar dalam sejarahnya. Binance, bursa kripto terbesar di dunia, kehilangan aset senilai sekitar US$6,36 miliar pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Sebagian besar dana dipindahkan dari dompet Binance di 10 jaringan blockchain hanya dalam sekitar 20 menit, menurut perusahaan analitik blockchain TRM Labs. Nilainya sekitar empat kali lipat peretasan Bybit senilai US$1,5 miliar pada Februari 2025.
Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengonfirmasi peretasan ini dilakukan TraderTraitor, kelompok peretas yang terkait dengan pemerintah Korea Utara.

Bagaimana Binance Bisa Diretas?
Peretas membobol hot wallet Binance, yaitu dompet kripto yang terhubung ke internet agar transaksi bisa diproses cepat. TRM Labs menilai peretas berhasil menguasai sistem penandatanganan transaksi milik Binance.
Co-CEO Binance Richard Teng mengonfirmasi hot wallet perusahaan terdampak. Binance awalnya menyebut laptop seorang insinyur yang disusupi sebagai pintu masuk, lalu menemukan titik pembobolan tambahan.
Setelah serangan, Binance menghentikan penarikan dana dan bekerja sama dengan mitra blockchain untuk membekukan aset curian. Nilai aset yang dibekukan awalnya sekitar US$3 miliar, lalu diperbarui menjadi US$5 miliar, seperti dilaporkan CBC.
Peretasan Binance | Data |
|---|---|
Tanggal serangan | 29 Oktober 2026 |
Nilai aset yang dipindahkan | Sekitar US$6,36 miliar |
Jaringan blockchain terdampak | 10 jaringan |
Durasi sebagian besar transfer | Sekitar 20 menit |
Pelaku menurut FBI | TraderTraitor, Korea Utara |
Aset yang sudah diganti Binance | Sekitar 95% |
Arus keluar bersih saat penarikan dibuka (1 November) | Sekitar US$3,64 miliar |
Sumber: TRM Labs, NPR, Al Jazeera, dan Binance, November 2026.

Apa Dampaknya bagi Pengguna dan Pasar?
Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian, bukan penggunanya. Hingga 1 November, Binance mengaku sudah mengganti sekitar 95% aset yang dicuri menggunakan dana cadangan SAFU dan kas internal.
Penarikan dana dibuka kembali secara bertahap mulai 1 November 2026. Dalam sembilan setengah jam pertama, Binance mencatat penarikan US$4,65 miliar dan setoran US$1,01 miliar, atau arus keluar bersih sekitar 2,1% dari total aset kelolaannya.
Pasar ikut tertekan. Bitcoin menutup Oktober 2026 dengan penurunan 7,32%, kinerja Oktober terburuk sejak 2014.
Kenapa Kustodian Penting bagi Investor Kripto?
Kustodian aset kripto adalah lembaga yang khusus menyimpan dan mengamankan aset kripto milik investor, terpisah dari pihak yang memperdagangkannya. Perannya mirip bank kustodian di pasar modal yang menyimpan saham dan reksa dana.
Bedanya ada pada cara penyimpanan. Bursa seperti Binance perlu menyimpan sebagian aset di hot wallet agar penarikan bisa diproses cepat, sedangkan kustodian umumnya memakai cold storage, yaitu penyimpanan offline yang tidak terhubung ke internet.
Aset NOBI Dana Kripto disimpan di PT Tennet Depository Indonesia, kustodian aset keuangan digital yang memakai cold storage dan multi-signature, yaitu setiap transaksi membutuhkan lebih dari satu tanda tangan. Kunci privatnya disimpan bersama oleh kustodian dan Manajer Dana Kripto. Kustodian tidak menghilangkan seluruh risiko, tapi membantu mengurangi risiko kehilangan aset akibat peretasan.
"Peretasan ini mengingatkan bahwa cara aset disimpan sama pentingnya dengan aset yang dipilih. Karena itu aset investor kami disimpan terpisah di kustodian dengan penyimpanan yang tidak terkoneksi internet," ujar Vidy Onadi, Direktur PT Dana Kripto Indonesia.
Pandangan kami: Peretasan Binance bukan bukti bahwa Bitcoin atau jaringan blockchain-nya rentan. Yang dibobol adalah sistem penyimpanan sebuah perusahaan, bukan jaringan Bitcoin itu sendiri. Bagi investor, pertanyaan pentingnya bukan hanya aset apa yang dibeli, tapi di mana aset itu disimpan dan siapa yang memegang kuncinya. Pemisahan peran antara pengelola, platform transaksi, dan kustodian adalah lapisan perlindungan yang sering terlewat.
NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, Investasi Kripto Dikelola Profesional
Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto
Investasi kripto yang dikelola profesional tanpa ribet kelola wallet dan seed phrase sendiri. Risk Scoring Engine membantu memantau volatilitas dan pergerakan market setiap hari untuk keputusan investasi yang maksimal, sehingga kamu dapat berfokus pada kegiatan sehari-hari.
- Portofolio terdiversifikasi Bitcoin (50%), Ethereum (30%), Solana (20%)
- Dinyatakan lulus Regulatory Sandbox OJK (Surat OJK No. S-254/IK.01/2026)
- Dilengkapi Risk Scoring Engine untuk memantau pasar 24 jam
- Mulai dari Rp100.000
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa mendatang.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Berapa nilai peretasan Binance?
Peretas memindahkan sekitar US$6,36 miliar aset dari dompet Binance pada 29 Oktober 2026. Ini peretasan kripto terbesar yang pernah tercatat, sekitar empat kali lipat peretasan Bybit pada Februari 2025.
Apakah dana pengguna Binance aman setelah peretasan?
Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian dan sudah mengganti sekitar 95% aset yang dicuri. Penarikan dana dibuka kembali secara bertahap mulai 1 November 2026.
Apa itu kustodian aset kripto?
Kustodian aset kripto adalah lembaga yang khusus menyimpan dan mengamankan aset kripto milik investor, terpisah dari pihak yang memperdagangkannya. Perannya mirip bank kustodian di pasar modal.
Di mana aset dana kripto disimpan?
Aset investor NOBI Dana Kripto disimpan di PT Tennet Depository Indonesia, kustodian aset keuangan digital. Kunci privat disimpan bersama oleh kustodian dan Manajer Dana Kripto, sehingga investor tidak perlu mengelola wallet sendiri.
Apakah dana kripto aman?
Dana kripto tetap memiliki risiko penurunan nilai mengikuti harga aset kripto. Aset disimpan di kustodian aset keuangan digital dan pengelolaannya diawasi OJK, namun investor tetap perlu membaca prospektus sebelum berinvestasi.
Apakah dana kripto legal di Indonesia?
Ya. Aset kripto diawasi OJK sejak 10 Januari 2025, dan PT Dana Kripto Indonesia telah lulus Regulatory Sandbox OJK pada 17 Juli 2026.
Tag Artikel


