logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

Wall Street Incar Takhta Hyperliquid di Pasar Perps Kripto: Arthur Hayes Beri Peringatan Keras

NOBI Editorial
·5 Juni 2026·7 menit baca
Wall Street Incar Takhta Hyperliquid di Pasar Perps Kripto: Arthur Hayes Beri Peringatan Keras
Ringkasan:

Arthur Hayes, co-founder BitMEX dan penemu kontrak perpetual futures modern, menjual seluruh posisi HYPE-nya pada 6 Juni 2026, kurang dari dua bulan setelah memprediksi token itu akan mencapai $150 pada Agustus 2026. Dalam wawancara sebelum aksi jual itu, Hayes memperingatkan bahwa Wall Street dan bursa kripto terpusat besar seperti Binance akan masuk ke pasar perpetual dan mengancam model bisnis Hyperliquid yang bergantung pada fee trading. HYPE turun 14% dalam sepekan dan diperdagangkan di sekitar $59 setelah sempat menyentuh all-time high di atas $75.

Arthur Hayes, Dari Cheerleader ke Exit: Kronologi yang Mengejutkan

Pada Maret 2026, Arthur Hayes menerbitkan sebuah esai panjang yang menjadi salah satu endorsement paling bullish yang pernah diterima Hyperliquid dari tokoh besar industri kripto.

Menurut TradingView dan NewsBTC, Hayes menyebut Hyperliquid sebagai "proyek kripto terbesar yang menghasilkan pendapatan selain stablecoin" dan memprediksi HYPE akan mencapai $150 pada Agustus 2026.

Argumennya kuat: 97% pendapatan protokol digunakan untuk membeli kembali HYPE dari pasar terbuka dan membakarnya secara permanen, menciptakan tekanan deflasioner yang seharusnya mendorong harga naik.

Lalu pada 5 Juni 2026, dalam sebuah wawancara, Hayes mengubah nadanya secara drastis.

Sehari kemudian, ia mengumumkan di X bahwa ia "just dumped" atau menjual seluruh posisi HYPE-nya.

Apa Peringatan Hayes dan Mengapa Ini Penting?

Hayes tidak sekadar menjual. Ia menjelaskan alasannya secara publik, dan itu yang membuat pergerakannya lebih dari sekadar aksi profit-taking biasa.

Menurut Decrypt dan Yahoo Finance, Hayes memperingatkan dua ancaman utama untuk Hyperliquid:

Pertama, masuknya Wall Street ke pasar perps.

Hayes menyebut SGX di Singapura dan CBOE di AS sudah berencana meluncurkan kontrak perpetual-style sebelum akhir 2025. Di pasar ritel AS, Coinbase sudah lebih dulu meluncurkan versinya tahun ini.

Hayes juga menyebut CFTC sedang mempertimbangkan sandbox regulasi yang bisa membuka jalan bagi pemain baru menantang CME, bursa derivatif terbesar AS.

Kedua, kerentanan model tokenomics Hyperliquid.

Menurut Hayes, mekanisme buy-back-and-burn HYPE yang selama ini menjadi kekuatan protokol justru menjadi titik lemahnya.

"At the end of the day, this is a cash story," kata Hayes kepada Decrypt. "There will be more competition in real-world asset perps, whether that's from centralized exchanges like Binance [or] TradFi exchanges."

Jika volume trading turun karena masuknya kompetitor besar, pendapatan fee berkurang, buyback berkurang, dan tekanan deflasioner yang menopang harga HYPE melemah secara proporsional.

ETF Hyperliquid Grayscale: Apa Artinya bagi DeFi dan HYPE?
Grayscale ajukan ETF Hyperliquid (GHYP) ke regulator AS. Pahami artinya bagi ekosistem DeFi dan potensi dampak terhadap harga HYPE ke depan.
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Kondisi HYPE Saat Ini: Tiga Tekanan Sekaligus

Per 8 Juni 2026, HYPE menghadapi tiga tekanan yang datang bersamaan:

Faktor Detail Sumber
Hayes exit Jual seluruh posisi, 6 Juni 2026 Decrypt, GNCrypto
Token unlock $700 juta Vesting release terjadwal menambah supply beredar CoinMarketCap
FCA warning Regulator UK memasukkan Hyperliquid ke daftar tidak terotorisasi CoinMarketCap
Penurunan harga -14% dalam sepekan, dari ATH $75+ ke $59 GNCrypto

Ketiga tekanan ini bukan kebetulan hadir bersamaan. Menurut data CoinMarketCap, token unlock $700 juta yang terjadwal pada 6 Juni sudah berkontribusi pada tekanan jual bahkan sebelum Hayes mengumumkan eksitnya.

Hyperliquid: Seberapa Besar Sebenarnya Protokol Ini?

Sebelum membahas ancaman, penting untuk memahami skala Hyperliquid saat ini.

Menurut data on-chain yang dikutip GNCrypto News, Hyperliquid telah:

  • Membeli kembali sekitar 26,6 juta HYPE dari pasar terbuka
  • Membakar permanen 579.603 HYPE dari sirkulasi
  • Nilai buyback kumulatif mencapai sekitar $1,56 miliar pada harga terkini
  • Mencatat $3 miliar open interest untuk pasar real-world assets seperti minyak, emas, dan perak

Hyperliquid juga sudah menjalankan Nasdaq-100 equity perp melalui protokol HIP-3, dengan kontrak yang sudah diperdagangkan lebih dari $100 juta per hari menurut Cryptopolitan.

Ini bukan protokol kecil. Inilah yang membuat peringatan Hayes terasa lebih serius, bukan karena Hyperliquid lemah, tapi karena ia cukup besar untuk jadi target.

Studi Kasus: BitMEX Kehilangan Dominasi ke Binance

Hayes berbicara dari pengalaman langsung.

BitMEX, platform yang ia dirikan, adalah pemimpin pasar perpetual futures kripto yang tidak terbantahkan dari 2016 hingga 2019. Pada puncaknya, BitMEX memproses lebih dari $10 miliar volume harian dan menguasai lebih dari 50% pasar perps kripto global.

Lalu Binance meluncurkan Binance Futures pada September 2019. Dalam 18 bulan, Binance merebut posisi pertama dari BitMEX, sebagian karena masalah regulasi yang menimpa BitMEX, tapi sebagian besar karena Binance membawa likuiditas yang jauh lebih dalam dan basis pengguna yang lebih luas.

Hayes menyaksikan sendiri bagaimana produk terbaik di dunia bisa kehilangan dominasi ketika peserta yang lebih besar dan lebih bermodal masuk ke arena yang sama.

Insight penting: Ini bukan spekulasi. Hayes adalah orang yang menciptakan perpetual futures modern di BitMEX pada 2016, lalu menyaksikan produknya direplikasi dan akhirnya didominasi oleh Binance. Peringatannya soal Hyperliquid bukan analisis dari luar, ini adalah orang yang sudah pernah ada di posisi Hyperliquid sekarang.
Bitcoin Terjun 50% Pasca Trump: Apa yang Harus Dilakukan?
Bitcoin kini di bawah harga saat Trump menang pilpres 2024, turun 52% dari ATH $126.080. Panduan konkret untuk investor kripto Indonesia
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Reaksi Komunitas: Backlash terhadap Hayes

Tidak semua pihak menerima langkah Hayes dengan lapang dada.

Menurut CoinDesk, Arthur Cheong, founder DeFiance Capital, mendeskripsikan tindakan Hayes sebagai "the epitome of a guy that over-trades his position" dalam postingan X-nya.

Beberapa analis lain mempertanyakan mengapa investor terus memperlakukan sinyal pasar Hayes sebagai panduan yang bisa dieksekusi, mengingat volatilitas posisinya yang sering berubah dalam waktu singkat.

Kritik ini punya dasar. Kurang dari dua bulan antara "HYPE akan $150 pada Agustus 2026" dan "saya baru saja menjual semuanya" adalah jarak yang terlalu pendek untuk disebut perubahan fundamental dalam thesis.

Perspektif Kami: Ancaman Wall Street Nyata, tapi Bukan Berarti Hyperliquid Akan Kalah

Hayes benar soal satu hal: Wall Street sedang belajar dari Hyperliquid, bukan mengabaikannya.

Menurut Cryptopolitan, ICE (induk NYSE) sudah secara terbuka menyatakan mereka sedang mempelajari model perp DEX. SGX dan CBOE bergerak ke arah yang sama. Ini bukan ancaman hipotetis.

Tapi ada satu hal yang Hayes kurang pertimbangkan: keunggulan Hyperliquid bukan hanya di fee atau volume. Keunggulannya ada di trustlessness, transparansi on-chain, dan tidak adanya risiko counter-party yang selalu hadir di bursa terpusat manapun.

Pengguna yang memilih Hyperliquid bukan hanya karena fee-nya lebih murah. Mereka memilih karena mereka tidak perlu mempercayai siapa pun dengan dana mereka.

Wall Street tidak bisa mereplikasi properti itu, setidaknya tidak dalam waktu dekat.

Pandangan kami: Exit Hayes adalah sinyal bahwa risiko jangka pendek untuk HYPE meningkat, bukan bahwa Hyperliquid sebagai protokol sedang sekarat. Dua hal yang berbeda. Protokol yang sudah memproses $3 miliar open interest real-world assets dan $100 juta volume equity perp per hari tidak runtuh hanya karena satu investor besar keluar. Yang berubah adalah sentimen jangka pendek, bukan fundamental jangka panjang.

NOBI Dana Kripto: Investasi Kripto Tanpa Harus Ikuti Setiap Drama

Pasar kripto bergerak cepat, dan influencer berubah posisi lebih cepat lagi.

Tidak semua investor punya waktu atau kapasitas untuk memantau setiap pernyataan Arthur Hayes, setiap token unlock, atau setiap peringatan regulator yang datang silih berganti.

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A adalah produk dana kripto yang dikelola secara aktif oleh tim profesional, dengan underlying Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Tim NOBI yang memantau kondisi makro dan pasar setiap hari, sementara kamu fokus pada hal lain.

  • Diawasi OJK melalui regulatory sandbox
  • Aset disimpan di kustodian kelas institusional
  • Bisa dimulai dari Rp100.000
  • Beli dan jual kapan saja
CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


FAQ

Apa itu Hyperliquid dan mengapa penting?

Hyperliquid adalah decentralized exchange (DEX) yang fokus pada perpetual futures, diluncurkan pada 2023. Protokol ini menjadi DEX perps terbesar di dunia dengan $3 miliar open interest untuk real-world assets dan volume equity perp lebih dari $100 juta per hari. Yang membedakannya dari CEX: semua transaksi on-chain dan transparan, tanpa risiko counter-party.

Apa itu perpetual futures (perps)?

Perpetual futures adalah kontrak derivatif yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, memungkinkan trader berspekulasi pada harga aset tanpa batas waktu. Kontrak ini pertama kali dikembangkan oleh Arthur Hayes di BitMEX pada 2016 dan kini menjadi produk derivatif kripto paling populer di dunia.

Kenapa Hayes jual HYPE padahal baru dua bulan memprediksi harga $150?

Hayes menyebut tiga alasan: ekspektasi kenaikan harga energi akibat konflik Iran, serangkaian IPO besar yang akan "menyedot oksigen" dari pasar, dan perubahan kebijakan Trump soal AI. Tapi komunitas kripto skeptis, dengan DeFiance Capital menyebut langkah itu sebagai "over-trading position."

Apakah masuknya Wall Street ke pasar perps berarti Hyperliquid akan kalah?

Belum tentu. Wall Street bisa mereplikasi fee rendah dan likuiditas dalam, tapi tidak bisa mereplikasi trustlessness dan transparansi on-chain yang menjadi daya tarik utama Hyperliquid bagi penggunanya. Pertarungan ini belum selesai.

Apa dampak token unlock $700 juta terhadap harga HYPE?

Token unlock menambah jumlah HYPE yang beredar di pasar, menciptakan tekanan jual potensial karena pemegang yang baru mendapat token mungkin memilih menjual. Dikombinasikan dengan exit Hayes dan peringatan FCA dari UK, ketiga faktor ini hadir bersamaan pada pekan yang sama dan berkontribusi pada penurunan 14% dalam sepekan.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.