Trump Ultimatum ke Uni Eropa: Kripto Ikut Waspada

Ringkasan: Trump memberi Uni Eropa tenggat waktu untuk menyepakati perjanjian dagang, atau menghadapi tarif baru yang lebih tinggi. Bersamaan dengan itu, Court of International Trade AS memutuskan kebijakan tarif global Trump melanggar hukum domestik, menciptakan ketidakpastian ganda di pasar global. Bitcoin turun 1,68% dalam 24 jam ke $79.586, sementara JPMorgan mencatat investor mulai beralih dari emas ke Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang.
Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Uni Eropa: capai kesepakatan dagang dengan Washington, atau bersiap menghadapi gelombang tarif baru. Pengumuman ini datang persis di saat Court of International Trade federal AS memutuskan bahwa kebijakan tarif global Trump melanggar hukum AS, sebuah kombinasi yang langsung mengirimkan sinyal ketidakpastian ke seluruh pasar global.
Dua kekuatan yang berlawanan muncul di hari yang sama: Trump makin agresif mendorong agenda tarif ke luar negeri, sementara di dalam negeri, legitimasi hukum kebijakan itu sendiri sedang dipertanyakan di pengadilan. Pasar saham Eropa dan Asia langsung bereaksi dengan kehati-hatian, dan aset berisiko termasuk kripto ikut merasakan tekanannya.
Ultimatum Trump dan Putusan Pengadilan
Trump mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Uni Eropa harus segera menyetujui kerangka perjanjian dagang dengan AS. Jika tidak, tarif akan diberlakukan atau dinaikkan. Tenggat yang ditetapkan menempatkan Brussels dalam posisi sulit karena negosiasi dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini tidak bisa diselesaikan dalam hitungan hari.
Yang memperumit situasi adalah putusan Court of International Trade tertanggal 6 Mei 2026, yang secara eksplisit menyatakan kebijakan tarif Trump melanggar hukum AS. Putusan ini secara teknis membatasi kemampuan Trump untuk menjalankan ancamannya, tapi pasar tahu bahwa pemerintah Trump kemungkinan besar akan langsung mengajukan banding.
Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil secara terbuka menyebut konflik ekonomi yang dipicu Trump sebagai "perang yang tidak bertanggung jawab" yang telah merugikan perekonomian Jerman, pernyataan yang mencerminkan betapa dalamnya ketegangan antara Washington dan mitra dagang utamanya di Eropa saat ini.

Efek Domino ke Pasar Kripto
Berdasarkan data CoinGecko per 7 Mei 2026, Bitcoin diperdagangkan di $79.586, turun 1,68% dalam 24 jam. Dalam sesi yang sama, Bitcoin sempat naik ke $81.653 sebelum tertekan kembali ke bawah $80.000. Secara mingguan, Bitcoin masih mencatat kenaikan 4,01%, menunjukkan bahwa momentum tujuh hari terakhir masih positif meski tekanan jangka pendek sedang terasa.
Ethereum bergerak lebih terbatas, berada di $2.279 dengan penurunan 1,74% dalam 24 jam dan range harian $2.269 hingga $2.346. ETH masih berada lebih dari 53% di bawah all-time high-nya di $4.946, sementara Bitcoin masih sekitar 36,88% di bawah ATH $126.080, menggambarkan bahwa pasar kripto secara keseluruhan masih dalam fase pemulihan.
Di tengah tekanan ini, data dari CoinShares menunjukkan inflow mingguan ke spot BTC ETF mencapai $1,105 miliar, tertinggi dalam empat bulan terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa investor institusional tidak serta-merta kabur meski harga melemah.

Bitcoin Mulai Gantikan Emas Sebagai Tameng Depresiasi
Dalam laporan analis tertanggal 6 Mei 2026, JPMorgan mencatat bahwa investor semakin memilih Bitcoin dibandingkan emas sebagai debasement trade, yaitu strategi untuk melindungi nilai aset dari ancaman pelemahan mata uang akibat ketidakstabilan geopolitik dan fiskal. Pergeseran ini semakin terasa sejak konflik AS-Iran memanas pada April 2026.
Tren ini konsisten dengan data mingguan fund manager dari CoinShares yang menunjukkan institusi perlahan menambah eksposur ke kripto, dengan Bitcoin sebagai pilihan utama. Ketika perang tarif Trump menciptakan tekanan pada dolar dan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal AS, narasi Bitcoin sebagai store of value kembali menguat.
Namun perlu dicatat bahwa kenaikan ketidakpastian geopolitik adalah pisau bermata dua. Di satu sisi mendorong narasi safe haven Bitcoin, di sisi lain risk-off sentiment yang kuat juga bisa menekan harga aset berisiko dalam jangka pendek.

Pasar Berisik, Tapi Kamu Tidak Harus Ikut Tegang
Setiap minggu ada saja berita besar yang bikin pasar goyang: tarif, perang, pengadilan, ultimatum. Wajar kalau kepala mulai pening mengikutinya satu per satu.
NOBI Dana Kripto hadir buat kamu yang ingin tetap punya eksposur ke Bitcoin, Ethereum, dan Solana, tanpa harus memantau berita setiap jam. Tim NOBI Dana Kripto profesional yang kelola, kamu bisa investasi dengan tenang.
Pelajari NOBI Dana Kripto selengkapnya di nobi.id/produk-kami
Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto
Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.
Tentang NOBI Dana Kripto
NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.
Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.
Tag Artikel
