logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

Sinyal Bullish Langka Bitcoin: Divergensi Mingguan yang Pernah Picu Reli 755%

NOBI Editorial
·9 Juni 2026·7 menit baca
Sinyal Bullish Langka Bitcoin: Divergensi Mingguan yang Pernah Picu Reli 755%
Ringkasan:

Bitcoin menunjukkan divergensi bullish mingguan yang baru pernah terjadi sekali sebelumnya dalam sejarah tercatat aset ini. Menurut CoinTelegraph, RSI mingguan Bitcoin membentuk higher low sementara harga masih mencetak lower low, pola yang dikenal sebagai bullish divergence. Sinyal pertama muncul setelah crash FTX November 2022 dan mendahului reli 755% dari $15.500 ke $126.200. Target pemulihan pertama jika sinyal terkonfirmasi adalah 50-week SMA di $91.755. Bitcoin saat ini juga bertahan di dekat 200-week SMA di $62.000, level yang secara historis menjadi zona bottom di bear market 2015, 2018, dan 2020.

Apa Itu Divergensi Bullish dan Kenapa Ini Langka?

Dalam analisis teknikal, divergensi bullish terjadi ketika harga mencetak level terendah baru, tapi indikator momentum seperti RSI justru membentuk level yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Artinya: harga masih turun, tapi tekanan jualnya melemah. Momentum negatif mulai berkurang meski harga belum berbalik.

Menurut laporan CoinTelegraph yang dikutip ulang oleh TradingView News, inilah yang sedang terjadi pada Bitcoin di timeframe mingguan saat ini.

Harga Bitcoin turun dari $75.770 ke kisaran $63.000 dalam beberapa pekan terakhir. Tapi RSI mingguan, yang sempat jatuh ke bawah level oversold 30, kini sudah naik kembali ke 34 dan membentuk pola higher low, tepat ketika harga masih mencetak lower low.

Pola inilah yang disebut divergensi bullish mingguan.

Seberapa Langka Sinyal Ini?

Sangat langka. Menurut CoinTelegraph, ini adalah hanya sinyal divergensi bullish mingguan kedua sepanjang sejarah tercatat Bitcoin.

Satu-satunya preseden sebelumnya terjadi setelah crash FTX di November 2022.

Saat itu, Bitcoin berada di $15.500 dengan sentimen pasar yang hancur total. Tiga exchange besar kolaps dalam waktu dua bulan. Fear & Greed Index berada di level terendah dalam sejarah.

Divergensi bullish mingguan muncul. Dan dalam 24 bulan berikutnya, Bitcoin naik ke $126.200, reli sebesar 755% dari level sinyal tersebut.

Kondisi Saat Ini: Paralel yang Tidak Bisa Diabaikan

Berikut perbandingan kondisi saat sinyal pertama muncul (2022) dan kondisi saat ini (2026):

Kondisi November 2022 Juni 2026
Harga BTC ~$15.500 ~$62.000-$63.500
RSI Mingguan Di bawah 30 (oversold) ~34 (baru keluar dari oversold)
Fear & Greed Index Extreme Fear 12-15 (Extreme Fear)
Katalis negatif utama Collapse FTX Suku bunga tinggi + geopolitik Iran
200-week SMA Dekat area harga $62.000 (tepat di area harga saat ini)
Sentimen pasar Sangat negatif Sangat negatif

Sumber: CoinTelegraph, CoinStats, TradingView

Kesamaan strukturalnya bukan kebetulan. Kedua periode menampilkan harga yang tertekan jauh ke bawah dengan momentum jual yang mulai melemah, bersamaan dengan Bitcoin yang bertahan di dekat support jangka panjang yang sangat kuat.

Bitcoin Terjun 50% Pasca Trump: Apa yang Harus Dilakukan?
Bitcoin kini di bawah harga saat Trump menang pilpres 2024, turun 52% dari ATH $126.080. Panduan konkret untuk investor kripto Indonesia
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Mengapa 200-Week SMA Penting?

Bitcoin saat ini bertahan di dekat 200-week Simple Moving Average (SMA), yang berada di sekitar $62.000.

Menurut CoinTelegraph, garis ini sudah bertindak sebagai zona bottom di empat bear market terakhir: 2015, 2018, 2020, dan kemungkinan besar 2022.

Di setiap episode tersebut, harga yang menyentuh atau mendekati 200-week SMA adalah konfirmasi bahwa penjualan sudah mencapai level ekstrem yang secara historis tidak berkelanjutan.

Analis Michael van de Poppë, yang dikutip oleh CoinTelegraph, menyebut area 200-week SMA saat ini sebagai "ideal area to accumulate." Tapi ia juga menambahkan bahwa konfirmasi bullish yang lebih kuat baru terjadi jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas area $64.000-$65.000.

Target dan Skenario Jika Sinyal Terkonfirmasi

Berdasarkan analisis CoinTelegraph dan TradingView News, ada dua target utama jika divergensi bullish mingguan ini terkonfirmasi:

  1. Target pertama: $91.755
    Ini adalah 50-week SMA, level yang sering menjadi resistance dinamis selama periode pemulihan Bitcoin. Menurut CoinTelegraph, ini adalah target awal yang paling realistis dalam skenario recovery.
  2. Target jangka menengah
    $100.000-$115.000.
    Sejumlah analis menyebut area ini sebagai resistance berikutnya setelah 50-week SMA, berdasarkan analisis teknikal Fibonacci dan level psikologis pasar.

Yang perlu diingat: divergensi bullish adalah sinyal, bukan kepastian. Sinyal ini menunjukkan bahwa kondisi untuk pembalikan sedang terbentuk, bukan bahwa pembalikan sudah pasti terjadi.

Studi Kasus: Apa yang Terjadi Setelah Sinyal 2022

Setelah divergensi bullish mingguan pertama muncul di November 2022, harga Bitcoin tidak langsung terbang.

Bitcoin masih bergerak sideways selama beberapa minggu di kisaran $16.000-$17.000 sebelum akhirnya mulai bergerak naik secara konsisten di Januari 2023.

Proses pemulihan total membutuhkan waktu hampir dua tahun sebelum Bitcoin akhirnya menembus ATH baru di $126.200 pada Oktober 2025.

Artinya: investor yang mengharapkan reversal instan setelah sinyal muncul berpotensi kecewa. Tapi investor yang memahami bahwa sinyal ini menandai area akumulasi potensial dan bersedia menunggu, mendapatkan return yang tidak lazim.

Insight penting: Menurut data CoinGecko, investor yang masuk di $16.000-$20.000 setelah sinyal divergensi 2022 dan hold selama 24 bulan mendapatkan return antara 530% hingga 700%, bergantung pada harga eksak masuknya. Tidak ada strategi yang memberikan return seperti itu dalam waktu yang sama di kelas aset manapun.
Nasdaq di Ambang Koreksi Lebih Dalam: Ke Mana Arah Bitcoin?
Nasdaq turun 4,2% dalam sehari, Bitcoin sempat tembus $62.000. Tapi korelasi keduanya mulai retak. Ini arah Bitcoin di tengah tekanan global
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Dua Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan

Sinyal teknikal sekuat apapun tidak bekerja dalam ruang hampa. Ada dua risiko konkret yang bisa membatalkan skenario bullish ini.

Risiko pertama: Konfirmasi sinyal belum final.

Menurut CoinTelegraph, divergensi ini masih perlu dikonfirmasi di akhir minggu berjalan. Sinyal yang belum terkonfirmasi bisa gagal jika harga kembali jatuh tajam sebelum penutupan candle mingguan.

Risiko kedua: Faktor makro masih dominan.

Divergensi bullish di 2022 berhasil karena katalis negatif utama (collapse FTX) adalah kejadian satu kali yang tidak berulang. Katalis negatif saat ini, yakni suku bunga tinggi dan ketidakpastian geopolitik, bersifat lebih persisten.

Jika data inflasi berikutnya masih tinggi atau Fed memberi sinyal tidak akan memotong suku bunga, tekanan makro bisa mengalahkan sinyal teknikal bahkan yang selangka ini.

Perspektif Kami: Sinyal Ini Penting, Tapi Bukan Lampu Hijau untuk Semua Orang

Ada narasi yang berbahaya yang sering muncul setiap kali sinyal teknikal bullish muncul: "ini saatnya all-in."

Itu bukan cara yang benar untuk membaca sinyal ini.

Divergensi bullish mingguan adalah sinyal bahwa risiko-reward ratio untuk akumulasi bertahap sedang membaik. Ini bukan sinyal bahwa harga tidak bisa turun lagi. Bitcoin bisa saja masih turun ke $55.000-$58.000 sebelum akhirnya berbalik naik, dan sinyal divergensi tetap valid.

Menurut pandangan kami, cara yang benar untuk merespons sinyal ini adalah dengan memastikan alokasi kripto dalam portofoliomu sudah sesuai dengan rencana awal dan horizonmu masih valid. Jika iya, maka tidak perlu melakukan apa-apa selain menunggu. Jika belum ada posisi dan horizonmu panjang, ini bisa menjadi titik awal untuk mulai membangun posisi secara bertahap melalui DCA.

Pandangan kami: Sinyal terlangka kedua dalam sejarah Bitcoin muncul di tengah sentimen paling negatif tahun ini. Itu bukan kebetulan. Sinyal terkuat selalu muncul di titik di mana paling sedikit orang yang berani bertindak. Apakah sejarah akan terulang persis sama? Tidak ada yang tahu. Tapi mengabaikan sinyal ini sepenuhnya juga bukan tindakan yang bijak.

NOBI Dana Kripto: Akumulasi Tanpa Harus Monitor Chart Setiap Hari

Memanfaatkan momen seperti ini membutuhkan dua hal yang tidak semua investor punya: waktu untuk memantau dan disiplin untuk tidak panik.

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A adalah produk dana kripto yang dikelola secara aktif oleh tim profesional, dengan underlying Bitcoin, Ethereum, dan Solana dalam satu instrumen. Tim NOBI memantau kondisi teknikal dan makro seperti ini setiap hari, mengelola risiko, dan mengeksekusi rebalancing secara sistematis.

  • Diawasi OJK melalui regulatory sandbox
  • Aset disimpan di kustodian kelas institusional
  • Bisa dimulai dari Rp100.000
  • Beli dan jual kapan saja
CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apa itu Bullish Divergence

Divergensi bullish adalah kondisi di mana harga aset mencetak level terendah baru, tapi indikator momentum seperti RSI membentuk level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa meski harga masih turun, tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah sedang terbentuk.

Kenapa divergensi mingguan lebih kuat dari divergensi harian?

Timeframe yang lebih tinggi mencerminkan sentimen dan momentum yang lebih dalam dan lebih reliable. Divergensi di chart harian bisa muncul dan gagal berkali-kali. Divergensi di chart mingguan membutuhkan berminggu-minggu untuk terbentuk dan secara historis memiliki akurasi yang jauh lebih tinggi sebagai sinyal pembalikan.

Apakah sinyal ini menjamin harga Bitcoin akan naik?

Tidak ada sinyal teknikal yang memberikan jaminan. Divergensi bullish mingguan menunjukkan kondisi yang mendukung pembalikan, bukan kepastian pembalikan. Faktor makro seperti kebijakan suku bunga Fed dan data inflasi tetap bisa mengalahkan sinyal teknikal dalam jangka pendek.

Berapa target harga Bitcoin jika sinyal ini terkonfirmasi?

Menurut analisis CoinTelegraph, target pertama adalah 50-week SMA di $91.755. Target jangka menengah berikutnya berada di area $100.000-$115.000 berdasarkan level teknikal Fibonacci dan resistance historis.

Apa itu 200-week SMA dan kenapa itu penting?

200-week SMA adalah rata-rata harga Bitcoin selama 200 minggu terakhir, saat ini di sekitar $62.000. Level ini secara historis menjadi zona bottom di bear market 2015, 2018, dan 2020. Fakta bahwa Bitcoin saat ini bertahan di dekat level ini memperkuat argumen bahwa area harga sekarang adalah zona akumulasi jangka panjang yang signifikan.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.