Bitcoin Tergelincir ke Terendah Sepekan, Dipukul Krisis Minyak Asia

RingkasanBitcoin menyentuh level terendah sepekan setelah tekanan dari lonjakan harga minyak mendekati $100 per barel dan kekhawatiran krisis Asia baru.Blokade Selat Hormuz memicu kepanikan di pasar energi global, mendorong investor keluar dari aset berisiko termasuk kripto.Pelemahan sektor AI dan turunnya peluang pengesahan Clarity Act memperburuk sentimen di pasar Bitcoin.Coinbase Premium Index mencatat angka negatif untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, sinyal permintaan spot dari investor AS melemah.
Bitcoin kembali tertekan. Dalam 24 jam terakhir, harga BTC sempat menyentuh $75.706 sebelum sedikit memantul ke sekitar $77.059 pada saat artikel ini ditulis. Penurunan ini membawa Bitcoin ke titik terendahnya dalam sepekan, dipicu kombinasi krisis energi global dan melemahnya selera investor terhadap aset berisiko.
Ironinya, koreksi ini terjadi tepat ketika pasar kripto mulai bernapas lega setelah tekanan tarif dari Washington mereda. Kini giliran krisis geopolitik di Selat Hormuz dan gejolak pasar minyak yang mengambil alih kendali sentimen.

Blokade Hormuz dan Ketakutan $100 Minyak
Harga minyak mentah mendekati level psikologis $100 per barel setelah laporan stagnasi negosiasi damai antara AS dan Iran. Blokade Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menanggung sekitar 20% pasokan minyak global, membuat pasar energi dalam kondisi siaga tinggi.
Situasi ini semakin diperumit oleh serangan drone Ukraina yang menghantam kilang minyak di Tuapse, Rusia, untuk ketiga kalinya dalam sepekan. Kremlin langsung menuding Kiev mendestabilisasi pasar energi global. Di sisi lain, Uni Emirat Arab mengumumkan keputusan mengejutkan untuk keluar dari OPEC setelah hampir 60 tahun menjadi anggota, sebuah langkah yang banyak analis lihat sebagai tanda retaknya koordinasi produksi minyak di level global.
Bagi pasar kripto, lonjakan harga minyak bukan sekadar berita energi. Inflasi energi yang tinggi biasanya mendorong ekspektasi suku bunga tetap ketat, dan itu bukan kabar baik untuk aset risk-on seperti Bitcoin.

Sektor AI Melemah, CLARITY Act Terganjal
Tekanan tidak hanya datang dari pasar minyak. Sektor kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi mesin penggerak rally teknologi juga mulai menunjukkan tanda kelelahan. Para hyperscaler teknologi seperti Google, Microsoft, dan Meta tengah menghadapi Wall Street dengan beban berat: kenaikan biaya energi akibat krisis Iran, kekurangan memori untuk pusat data, dan ekspektasi investor yang sudah terlanjur tinggi.
Pelemahan saham teknologi ini secara tidak langsung menekan Bitcoin, yang dalam beberapa bulan terakhir korelasinya dengan Nasdaq menguat kembali. Ketika saham teknologi jual, Bitcoin ikut terbebani.
Di sisi regulasi, peluang pengesahan CLARITY Act, undang-undang yang dirancang untuk memberikan kepastian hukum bagi pasar kripto di AS, dilaporkan merosot di mata para investor. Stagnasi legislatif ini menambah lapisan ketidakpastian di atas tekanan makro yang sudah ada. Analis di CoinTelegraph mencatat bahwa sentimen investor terhadap perkembangan regulasi kripto AS kini lebih pesimis dibandingkan awal April.
Di Mana Posisi Bitcoin Sekarang?
Dengan harga saat ini di $77.059, Bitcoin berada sekitar 38,9% di bawah all-time high-nya di $126.080. Ini bukan angka kecil. Dalam rentang tujuh hari terakhir, BTC sudah turun 0,62%, bergerak dalam kisaran yang semakin sempit sebelum akhirnya tertekan ke bawah $76.000 kemarin.
Satu sinyal yang patut dicermati: Coinbase Premium Index berbalik negatif untuk pertama kalinya dalam tiga minggu. Ini artinya harga Bitcoin di Coinbase, exchange yang paling banyak digunakan investor institusional dan retail AS, lebih rendah dibanding harga di bursa lain. Ketika premium ini negatif, itu biasanya mencerminkan melemahnya permintaan dari sisi AS.
Sementara itu, kerugian weekly di seluruh pasar kripto dari sisi long position yang terlikuidasi sudah melampaui $829 juta. Ethereum tidak luput dari tekanan, meski sedikit lebih tahan: ETH diperdagangkan di $2.314 dengan kenaikan tipis 1,15% dalam 24 jam, tapi masih tertekan 0,43% dalam sepekan dan masih jauh di bawah ATH-nya di $4.946, atau sekitar 53% lebih rendah. Di tengah semua ini, Bitwise mencatat bahwa akumulasi agresif oleh Strategy lewat instrumen STRC masih menjadi penopang pasar. "Reli yang didorong Strategy ini masih bisa bertahan for some time to come," tulis Bitwise CIO dalam catatannya kepada klien.
Mulai Investasi Kripto Terkelola dengan NOBI Dana Kripto
Minyak mendekati $100, Selat Hormuz diblokade, saham teknologi oleng, dan Bitcoin tergelincir, semua dalam waktu 48 jam. Kalau kamu pusing ngikutin semuanya, itu wajar. Pasar kripto memang tidak pernah berhenti bergerak, dan tidak ada yang bisa prediksi kapan berita besar berikutnya datang. Yang bisa kamu kendalikan adalah bagaimana kamu menyikapinya.
NOBI Dana Kripto hadir biar kamu tidak harus jadi analis pasar dadakan setiap hari. Tim kami yang pantau pergerakan, kelola alokasi BTC, ETH, dan SOL kamu, dan ambil keputusan berbasis data, bukan perasaan. Sementara pasar ribut, portofoliomu tetap bekerja dengan sistem yang sudah teruji. Kamu yang tenang.
NOBI adalah manajer aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang resmi beroperasi dalam regulatory sandbox OJK. Asetmu disimpan oleh kustodian independen dan dikelola secara profesional, bukan dititip ke aplikasi yang tidak jelas siapa di baliknya. Mulai dari Rp100.000, investasi kripto jadi semudah beli reksa dana
Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto
Disclaimer
Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.
Baca Juga
- Coinbase Premium Index Negatif: Apa Artinya Bagi Harga Bitcoin?
- Krisis Energi Global dan Dampaknya ke Pasar Kripto
- CLARITY Act: Regulasi Kripto AS yang Ditunggu-tunggu Investor
Tentang NOBI Dana Kripto
NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.
Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.
Tag Artikel
