logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Tips Investasi

Kenapa Harga Bitcoin Bisa Sangat Volatil? Ini Penyebabnya

NOBI Editorial
·16 September 2026·7 menit baca
Kenapa Harga Bitcoin Bisa Sangat Volatil? Ini Penyebabnya

NOBI Editorial · Tim Riset PT Dana Kripto Indonesia, Manajer Dana Kripto pertama di Indonesia yang lulus Regulatory Sandbox OJK

16 September 2026 · 7 menit baca

Ringkasan: Harga Bitcoin sangat volatil karena pasarnya relatif muda dan lebih kecil dari aset tradisional, diperdagangkan 24 jam tanpa jeda, dipengaruhi leverage, sentimen, regulasi, dan faktor makro, serta tidak punya arus kas sebagai jangkar nilai. Namun volatilitasnya menurun konsisten seiring masuknya institusi dan ETF. Bagi investor, volatilitas adalah risiko yang bisa dikelola, bukan dihindari.

Naik 10% hari ini, turun 8% besok. Bagi yang baru mengenal kripto, pergerakan harga Bitcoin bisa terasa seperti roller coaster. Volatilitas ini sering jadi alasan orang ragu masuk, sekaligus alasan sebagian orang tertarik. Artikel ini menjelaskan apa itu volatilitas, kenapa Bitcoin terkenal volatil, seberapa besar dibanding emas dan saham, penyebab utamanya, dan cara menyikapinya dengan kepala dingin.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Volatilitas dan Kenapa Bitcoin Terkenal Volatil?
  2. Seberapa Volatil Bitcoin Dibanding Emas dan Saham?
  3. Tujuh Penyebab Utama Harga Bitcoin Bergerak Liar
  4. Apakah Volatilitas Bitcoin Sedang Menurun?
  5. Bagaimana Investor Sebaiknya Menyikapi Volatilitas?

Apa Itu Volatilitas dan Kenapa Bitcoin Terkenal Volatil?

Volatilitas adalah ukuran seberapa besar dan seberapa cepat harga sebuah aset bergerak naik-turun dalam periode tertentu. Semakin besar ayunannya, semakin tinggi volatilitasnya. Volatilitas biasanya diukur sebagai persentase tahunan, jadi angka "46%" berarti harga aset itu rata-rata berayun sekitar 46% dalam setahun.

Bitcoin terkenal volatil karena secara historis ayunannya jauh lebih besar dari aset mana pun yang umum dipegang investor. Menurut data Fidelity Digital Assets dan penyedia data pasar, volatilitas tahunan Bitcoin pernah melampaui 180% pada 2013 di masa awalnya. Angka itu turun drastis seiring pasar matang, tapi ayunannya tetap lebih besar dari saham dan emas.

Penting dipahami: volatilitas tidak sama dengan "pasti rugi". Ia hanya berarti harga bergerak lebih ekstrem ke dua arah, naik maupun turun. Volatilitas inilah yang membuka peluang keuntungan besar, sekaligus risiko kerugian besar.

Seberapa Volatil Bitcoin Dibanding Emas dan Saham?

Cara paling jelas memahami volatilitas Bitcoin adalah membandingkannya dengan aset yang sudah dikenal. Berikut perbandingan volatilitas tahunan rata-rata berdasarkan data Fidelity Digital Assets dan Spark.

Aset Volatilitas tahunan Catatan
Bitcoin (rata-rata 10 tahun) Sekitar 46% Turun dari lebih dari 180% pada 2013
Bitcoin (2025) Sekitar 23-42% Level terendah multi-tahun
Indeks saham besar (S&P 500) Sekitar 12-15% Bitcoin ~3-4x lebih tinggi (basis 10 tahun)
Emas Sekitar 8,7% Aset lindung nilai klasik

Sumber: Fidelity Digital Assets dan Spark, 2026.

Angkanya jelas: dalam rata-rata jangka panjang, Bitcoin sekitar 3 hingga 4 kali lebih volatil dari indeks saham besar dan sekitar 5 kali lebih volatil dari emas. Tapi ada detail penting yang sering terlewat. Menurut analisis Fidelity, pada Oktober 2023 Bitcoin sebenarnya lebih tenang dari 92 saham di dalam S&P 500 saat diukur dengan jendela 90 hari, dan pada awal 2025 lebih tenang dari 33 saham S&P 500. Jadi label "aset paling liar" mulai tidak akurat.

Ke Mana Arah Bitcoin Awal September? Baca Momentumnya
Bitcoin turun ke sekitar $76.700 awal September jelang keputusan The Fed. Ini cara membaca momentum saat pasar cemas soal kenaikan suku bunga.
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Tujuh Penyebab Utama Harga Bitcoin Bergerak Liar

Volatilitas Bitcoin bukan hal acak. Ia berasal dari sejumlah faktor struktural yang saling menguatkan.

Penyebab Penjelasan singkat
1. Pasar relatif muda & kecil Kapitalisasi jauh lebih kecil dari saham global, sehingga order besar lebih mudah menggerakkan harga.
2. Perdagangan 24/7 tanpa jeda Tidak ada jam tutup atau circuit breaker seperti bursa saham, jadi reaksi terjadi kapan saja.
3. Leverage & likuidasi Posisi berutang yang dilikuidasi memicu efek domino yang mempercepat gerakan harga.
4. Sentimen & berita Harga sangat sensitif pada berita, tokoh berpengaruh, dan suasana media sosial.
5. Regulasi Kabar aturan baru di negara besar bisa menggerakkan harga tajam dalam sehari.
6. Faktor makro Suku bunga, inflasi, dan kekuatan dolar menentukan selera risiko investor global.
7. Tidak ada jangkar arus kas Berbeda dari saham, Bitcoin tidak punya laba atau dividen sebagai patokan nilai wajar.

Dari tujuh ini, tiga yang paling sering memicu ayunan mendadak adalah leverage, sentimen, dan faktor makro. Contohnya, pada Maret 2020 saat pandemi dimulai, Bitcoin sempat turun sekitar 40% hanya dalam beberapa hari akibat kepanikan pasar global, sebelum kemudian pulih tajam.

Apakah Volatilitas Bitcoin Sedang Menurun?

Ya, dan ini salah satu tren paling penting yang sering luput dari perhatian. Volatilitas Bitcoin menurun secara struktural di setiap siklus, seiring pasarnya matang dan didominasi investor institusi, bukan lagi spekulasi ritel.

Momen Volatilitas Bitcoin
2013 Lebih dari 180% (tahunan)
2021 (puncak bull) 1-minggu sempat di atas 75%
2025 Volatilitas historis sekitar 42%, separuh dari 2021
Januari 2026 17 rekor terendah baru (volatilitas 1 tahun, Fidelity)
Maret 2026 Volatilitas terealisasi turun di bawah NVIDIA (Bitwise)
1 Juni 2026 Volatilitas 1-minggu sekitar 17%, terendah multi-tahun

Sumber: Fidelity Digital Assets, Charles Schwab, Bitwise, ARK Invest, 2025-2026.

Menurut analisis Schwab, sepanjang 2025 volatilitas historis Bitcoin sekitar 42%, kira-kira setengah dari level 2021. Bitwise mencatat pada Maret 2026 volatilitas Bitcoin bahkan turun di bawah NVIDIA, salah satu saham teknologi paling banyak dipegang di dunia. JPMorgan menyebut rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas sempat turun ke 2,0, terendah yang pernah tercatat.

Pemicu utama penurunan ini adalah lahirnya ETF Bitcoin spot pada Januari 2024, yang membuka jalan bagi modal institusi masuk lewat instrumen teregulasi. Modal jenis ini lebih sabar dan mengurangi ayunan tajam yang dulu digerakkan spekulasi ritel dan leverage.

Bitcoin Overbought di $81.000: Koreksi Sudah Dekat?
Bitcoin menyentuh $81.235 dan naik 25% di Agustus, tapi indikator overbought dan resis $82-86 ribu. Ini cara membaca kondisi pasar tanpa panik.
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Bagaimana Investor Sebaiknya Menyikapi Volatilitas?

Volatilitas tidak bisa dihilangkan, tapi dampaknya pada portofolio bisa dikelola. Kuncinya bukan menghindari volatilitas, melainkan menyiapkan strategi agar ayunan harga tidak memaksa keputusan emosional. Empat pendekatan yang terbukti membantu:

  • Dollar Cost Averaging (DCA): menyetor rutin dengan nominal tetap tanpa menebak waktu, sehingga rata-rata harga beli menjadi lebih halus.
  • Diversifikasi: menyebar dana ke beberapa aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, agar satu ayunan tidak menentukan seluruh hasil.
  • Horizon jangka panjang: memberi waktu bagi tren pemulihan bekerja, karena secara historis Bitcoin pulih dari setiap koreksi besar meski butuh waktu.
  • Pengelolaan berbasis sistem: menyerahkan pemantauan harian pada proses yang objektif, bukan pada emosi.

Dalam pengelolaan harian NOBI Dana Kripto, volatilitas dinilai lewat Risk Scoring Engine yang mengukur risiko pasar secara objektif dan mengatur penyeimbangan portofolio, alih-alih bereaksi pada euforia atau kepanikan. Dengan begitu, investor tidak perlu memantau grafik tiap jam untuk tetap tenang.

Pandangan kami: Volatilitas sering dianggap musuh, padahal ia adalah harga yang dibayar untuk potensi imbal hasil di atas rata-rata. Yang membedakan investor yang bertahan dari yang gugur bukanlah kemampuan menebak ayunan, melainkan strategi yang membuat ayunan itu tidak lagi menakutkan. Dan kabar baiknya, seiring pasar matang, ayunan itu pelan-pelan mengecil.
Apa Itu Dana Kripto? Pengertian, Cara Kerja di Indonesia
Dana kripto adalah produk investasi kolektif berbasis aset kripto seperti reksa dana. Cara kerja, jenis, regulasi OJK, dan cara investasinya.
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, Investasi Kripto Dikelola Profesional

Investasi kripto yang dikelola profesional tanpa ribet kelola wallet dan seed phrase sendiri. Risk Scoring Engine membantu memantau volatilitas dan pergerakan market setiap hari untuk keputusan investasi yang maksimal, sehingga kamu dapat berfokus pada kegiatan sehari-hari.

  • Portofolio terdiversifikasi Bitcoin (50%), Ethereum (30%), Solana (20%)
  • Dinyatakan lulus Regulatory Sandbox OJK (Surat OJK No. S-254/IK.01/2026)
  • Dilengkapi Risk Scoring Engine untuk memantau pasar 24 jam
  • Mulai dari Rp100.000
CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, dinyatakan lulus Sandbox OJK dengan nomor surat OJK 254/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa mendatang.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apa itu volatilitas dalam kripto?

Volatilitas adalah ukuran seberapa besar dan cepat harga sebuah aset bergerak naik-turun dalam periode tertentu, biasanya dinyatakan sebagai persentase tahunan. Semakin besar ayunannya, semakin tinggi volatilitasnya.

Kenapa Bitcoin lebih volatil dari saham dan emas?

Karena pasarnya relatif lebih kecil dan muda, diperdagangkan 24 jam tanpa jeda, dipengaruhi leverage dan sentimen, serta tidak punya arus kas sebagai jangkar nilai. Secara rata-rata 10 tahun, Bitcoin sekitar 3-4 kali lebih volatil dari indeks saham besar dan sekitar 5 kali lebih volatil dari emas.

Apakah volatilitas Bitcoin menurun?

Ya. Volatilitas tahunan Bitcoin turun dari lebih dari 180% pada 2013 ke kisaran 23-42% pada 2025. Fidelity mencatat 17 rekor terendah baru pada Januari 2026, dan Bitwise mencatat pada Maret 2026 volatilitasnya turun di bawah NVIDIA. Pemicu utamanya adalah masuknya institusi lewat ETF Bitcoin spot sejak 2024.

Apakah volatilitas selalu buruk?

Tidak. Volatilitas berarti harga bergerak ekstrem ke dua arah, naik maupun turun. Ia membuka peluang keuntungan sekaligus risiko kerugian. Yang penting bukan menghindarinya, tapi mengelolanya dengan strategi.

Bagaimana cara mengurangi dampak volatilitas?

Empat cara yang terbukti membantu adalah Dollar Cost Averaging, diversifikasi ke beberapa aset utama, horizon investasi jangka panjang, dan pengelolaan berbasis sistem yang menilai risiko secara objektif.

Apakah Bitcoin cocok untuk investor pemula?

Bisa, selama investor memahami risikonya dan tidak menaruh dana yang dibutuhkan dalam waktu dekat. Bagi pemula yang tidak ingin mengelola sendiri, produk dana kripto terkelola dan teregulasi bisa jadi cara masuk yang lebih terukur.


Tag Artikel

#Tips Investasi
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.