logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz di Tengah Negosiasi Swiss: Bitcoin Tahan di $64K

NOBI Editorial
·21 Juni 2026·5 menit baca
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz di Tengah Negosiasi Swiss: Bitcoin Tahan di $64K
Ringkasan:

Pada 20 Juni 2026, komando militer Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, mengutip serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran MoU yang ditandatangani sepekan sebelumnya. Pada saat yang sama, delegasi Iran berangkat ke Bürgenstock, Swiss, untuk negosiasi ceasefire permanen yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dari sisi AS. Bitcoin stabil di $64.200 pada Minggu 22 Juni, naik 0,9% dalam 24 jam, meski anjlok ke bawah $63.000 pada Jumat sebelumnya. Menurut CoinDesk, crypto kini "range-bound dan menunggu kejadian yang tidak bisa dikontrolnya."

Drama Dua Langkah Iran: Tutup Hormuz, Kirim Negosiator

Pada Sabtu 21 Juni, Iran melakukan dua hal yang tampak kontradiktif dalam hitungan jam.

Pertama, komando militer gabungan Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz melalui siaran televisi negara, mengutip serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon sebagai pelanggaran MoU dan "itikad buruk" AS.

Kedua, setelah pengumuman itu, stasiun penyiaran negara yang sama mengumumkan bahwa tim negosiasi Iran berangkat ke Swiss "dalam beberapa menit" untuk menghadiri pembicaraan yang seharusnya berlangsung sejak Jumat.

Menurut CNN dan Washington Times, dua langkah ini bukan kontradiksi. Ini adalah taktik diplomatik: Iran menggunakan ancaman Hormuz sebagai leverage di meja negosiasi Swiss, memastikan AS dan mediator internasional tidak bisa mengabaikan tekanan Teheran.

Konteks: Mengapa Hormuz Masih Belum Aman?

MoU AS-Iran yang ditandatangani 13-14 Juni memberi harapan bahwa Hormuz akan kembali terbuka untuk perdagangan global.

Tapi menurut laporan CNN dan Wikipedia yang dikompilasi dari berbagai sumber, ada komplikasi struktural yang membuat pembukaan penuh belum terjadi:

  • Israel tidak menandatangani MoU. Ceasefire AS-Iran tidak otomatis mengikat Israel dan Hezbollah di Lebanon.
  • Iran menganggap serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran. Klausul pertama MoU meminta penghentian segera semua operasi militer, termasuk di Lebanon. Serangan Israel berlanjut.
  • Hormuz berisi ranjau laut. Menurut laporan sebelumnya, Iran sendiri dilaporkan kehilangan jejak beberapa ranjau yang ditanam. Proses de-mining membutuhkan waktu.

CENTCOM AS di sisi lain menegaskan bahwa strait masih terbuka dan AS tidak mengakui klaim Iran atas kontrol penuh terhadap jalur perairan internasional tersebut.

Apa yang Sedang Dinegosiasikan di Bürgenstock?

Menurut CryptoBriefing, agenda negosiasi Swiss sangat padat:

  • Pembukaan Selat Hormuz dan timeline normalisasi
  • Pencairan aset Iran yang dibekukan
  • Diskusi paralel soal ceasefire Lebanon
  • Kerangka untuk negosiasi program nuklir Iran

Pakistan berperan sebagai mediator kunci. PM Pakistan Shehbaz Sharif dilaporkan terbang langsung ke Swiss untuk mempercepat proses. Seorang mediator senior Pakistan sebelumnya terbang ke Teheran untuk membujuk Iran agar tetap mengirim delegasinya.

Menurut CNN, pernyataan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, merangkum posisi Iran dengan jelas: "Selama perjanjian hanya ada di atas kertas, aliran energi di Timur Tengah juga akan tetap terhenti."

Dampak ke Bitcoin: Range-Bound Menunggu Swiss

Perjalanan Bitcoin sepanjang pekan 16-22 Juni adalah cerminan sempurna dari ketidakpastian Hormuz.

Menurut CoinDesk, Bitcoin:

  • Rally awal pekan setelah MoU AS-Iran ditandatangani
  • Anjlok ke bawah $63.000 pada Jumat dalam sesi tipis karena ancaman Hormuz kembali mencuat
  • Stabil kembali ke $64.200 pada Minggu setelah negosiasi Swiss dikonfirmasi berjalan

Per data CoinDesk yang dikutip CryptoNews.net, sebagian besar aset kripto ikut menguat: Ethereum naik 0,5% pada hari itu dan 3,3% dalam sepekan ke $1.734, Solana naik 1,5% ke $73, dan HYPE menjadi yang paling menonjol pekan ini dengan kenaikan 14,8% meski turun 2% dalam sehari.

Menurut CryptoBriefing, minyak mentah adalah indikator terdepan yang perlu dipantau oleh investor kripto. Futures minyak akan bereaksi pertama terhadap perkembangan di Swiss, dan Bitcoin akan mengikutinya dalam 24-48 jam.

Studi Kasus: Apa yang Terjadi ke Bitcoin Setiap Kali Ada Perkembangan Hormuz?

Pola pergerakan Bitcoin sepanjang krisis Hormuz 2026 sudah cukup konsisten untuk dianalisis.

Maret 2026: Iran secara resmi menutup Hormuz. Harga minyak melonjak. Bitcoin yang sebelumnya stabil di $82.000 ikut tertekan bersama semua aset berisiko dalam beberapa hari ke depan.

April 8, 2026: Ceasefire kondisional pertama diumumkan. Minyak turun hampir 16% dalam sehari. Bitcoin rebound. Tapi gencatan senjata gagal bertahan dan harga kembali turun.

Juni 14, 2026: MoU ditandatangani. Minyak turun 5%, Bitcoin naik ke $65.000. Tapi ancaman Hormuz baru muncul lagi enam hari kemudian.

Pola yang konsisten: setiap perkembangan positif Hormuz menghasilkan rally Bitcoin yang tidak berlanjut karena situasi dasarnya belum berubah secara permanen. Dan setiap ancaman baru menghasilkan tekanan jual yang cepat.

Dua Skenario Pekan Ini

Menurut CryptoBriefing, risiko untuk pemegang kripto bersifat asimetris:

Skenario positif: Negosiasi Swiss menghasilkan timeline konkret untuk normalisasi Hormuz. Minyak turun, inflasi ekspektasi mereda, Fed membuka ruang untuk pivot dovish. Bitcoin berpotensi keluar dari range $63.000-$67.000 ke atas.

Skenario negatif: Negosiasi Swiss gagal atau berjalan tanpa hasil konkret. Iran mengeksekusi penutupan Hormuz yang lebih serius. Minyak melonjak kembali ke $90+, inflasi kembali naik, dan Bitcoin kembali menguji support $60.000.

Perspektif Kami: Hormuz Bukan Penyebab, Tapi Penguat

Mudah untuk menyalahkan Hormuz atas volatilitas Bitcoin bulan ini.

Tapi penting untuk membedakan: Hormuz adalah penguat dari ketidakpastian yang sudah ada, bukan penyebab utama koreksi Bitcoin dari ATH $126.080.

Koreksi Bitcoin sudah dimulai sebelum krisis Hormuz, didorong oleh expektasi suku bunga tinggi, ETF outflow, dan rotasi ke saham AI. Hormuz memperparah dan memperpanjang koreksi, tapi tidak menciptakannya.

Artinya, bahkan jika negosiasi Swiss berhasil dan Hormuz kembali terbuka permanen, Bitcoin masih perlu menghadapi tekanan makro lain yang sudah ada sebelum krisis dimulai.

Pandangan kami: Swiss pekan ini adalah katalis terpendek yang bisa menggerakkan Bitcoin paling jauh dalam waktu paling singkat. Bukan karena Bitcoin bergantung pada Hormuz secara fundamental, tapi karena sentimen makro global masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik yang mempengaruhi harga energi. Pantau futures minyak, bukan chart Bitcoin, untuk baca arah pekan ini.

NOBI Dana Kripto: Navigasi Volatilitas Tanpa Harus Monitor 24 Jam

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A dikelola oleh tim profesional yang memantau perkembangan makro seperti krisis Hormuz dan negosiasi geopolitik setiap hari, tanpa reaksi emosional terhadap setiap headline.

  • Diawasi OJK melalui regulatory sandbox
  • Aset disimpan di kustodian kelas institusional
  • Bisa dimulai dari Rp100.000
  • Beli dan jual kapan saja
CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


FAQ

Kenapa Iran menutup Hormuz lagi padahal baru saja menandatangani MoU?

Iran menggunakan Hormuz sebagai leverage diplomatik. Ancaman penutupan adalah alat negosiasi untuk memaksa AS memastikan Israel menghentikan serangan di Lebanon, yang merupakan syarat klausul pertama MoU. Penutupan dan negosiasi diumumkan bersamaan karena keduanya adalah bagian dari strategi yang sama.

Bagaimana cara membaca dampak berita Hormuz ke Bitcoin?

Pantau futures minyak mentah (Brent dan WTI) sebagai indikator terdepan. Ketika minyak naik karena ancaman Hormuz, ekspektasi inflasi naik, yang menekan aset berisiko termasuk Bitcoin. Sebaliknya jika Hormuz terbuka dan minyak turun, ruang untuk rally Bitcoin terbuka. Bitcoin biasanya bereaksi 24-48 jam setelah minyak bergerak.

Apakah negosiasi Swiss akan menghasilkan kesepakatan permanen?

Terlalu dini untuk diprediksi. Agenda sangat padat dan ada banyak pihak yang tidak terlibat dalam MoU, termasuk Israel dan Hezbollah. Indikator yang perlu dipantau: apakah pernyataan pasca-negosiasi menyebut "timeline konkret" untuk normalisasi Hormuz atau hanya "kemajuan positif."


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.