logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

ETF BNB Spot Pertama Diluncurkan di AS: VanEck Buka Akses Institusional ke Ekosistem Binance

NOBI Editorial
·31 Mei 2026·5 menit baca
ETF BNB Spot Pertama Diluncurkan di AS: VanEck Buka Akses Institusional ke Ekosistem Binance
Ringkasan

VanEck resmi meluncurkan VanEck BNB ETF dengan ticker VBNB di Nasdaq pada 28 Mei 2026, menjadikannya ETF spot BNB pertama di Amerika Serikat. Fund ini didukung BNB fisik yang disimpan oleh Anchorage Digital Bank, dikenakan sponsor fee 0,39%, dan dimulai dengan aset awal senilai $1,02 juta. Peluncuran ini menandai BNB sebagai aset kripto non-Bitcoin pertama yang mendapat ETF spot di AS sejak ETF Ethereum diluncurkan pada 2024.

BNB Akhirnya Masuk Wall Street

Selama bertahun-tahun, BNB adalah salah satu aset kripto dengan market cap terbesar yang belum punya ETF spot di AS. Itu berubah pada 28 Mei 2026.

VanEck meluncurkan ETF spot BNB pertama di AS dengan ticker VBNB di Nasdaq, dengan sponsor fee 0,39% dan aset yang disimpan dalam cold storage oleh Anchorage Digital Bank.

Kyle DaCruz, Director of Digital Assets Product VanEck, menyatakan: "BNB adalah satu-satunya aset kripto besar yang belum tersedia dalam format U.S. spot ETP. Kami sangat antusias mengubah itu dengan VBNB, memberikan investor AS akses ETF ke salah satu jaringan paling signifikan di aset digital."

Apa Itu VBNB?

Berikut spesifikasi lengkap VBNB berdasarkan prospektus resmi VanEck dan laporan CoinDesk:

Spesifikasi Detail
Ticker VBNB
Bursa Nasdaq
Struktur Spot (BNB fisik, bukan futures)
Kustodian Anchorage Digital Bank
Sponsor Fee 0,39% per tahun
Aset Awal $1,02 juta (saat peluncuran)
Staking Belum aktif, masih dalam rencana

Fund ini secara langsung memegang BNB spot, bukan menggunakan struktur futures atau synthetic exposure, sesuai dengan yang tertera dalam prospektus fund.

Perbedaan ini penting. ETF spot berarti setiap unit VBNB yang dibeli investor didukung oleh BNB nyata yang disimpan di kustodian, bukan kontrak berjangka yang nilainya bisa menyimpang dari harga spot.

ETF Bitcoin BlackRock Outflow Rp8,5 Triliun: Apa Artinya?
IBIT milik BlackRock mencatat arus keluar $527 juta dalam satu hari, terbesar kedua sepanjang sejarah. Ini penjelasan lengkap sebab dan efeknya
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Mengapa BNB Butuh Waktu Lama untuk Dapat ETF di AS?

Peluncuran VBNB menjadi sinyal meningkatnya kesediaan institusional untuk menawarkan eksposur terregulasi ke BNB, meskipun aset ini telah bertahun-tahun berada di bawah tekanan regulasi karena hubungannya dengan operasi global Binance.

Kasus hukum antara DOJ dan Binance yang diselesaikan pada akhir 2023, di mana Binance membayar denda $4,3 miliar, sempat menjadi hambatan utama bagi manajer aset yang ingin mengajukan produk berbasis BNB ke SEC.

VanEck adalah perusahaan pertama yang mengajukan permohonan ETF spot BNB ke SEC. Proses persetujuan yang panjang mencerminkan kehati-hatian regulator AS terhadap aset yang memiliki keterkaitan langsung dengan entitas yang pernah terkena sanksi hukum.

Perspektif kami: Persetujuan VBNB adalah sinyal bahwa SEC kini memisahkan penilaian terhadap aset (BNB) dari penilaian terhadap entitas pengelolanya (Binance). Ini adalah preseden penting yang bisa membuka jalan bagi ETF berbasis aset lain yang sebelumnya dianggap terlalu kontroversial secara regulasi.

BNB Chain: Fundamentalnya Seperti Apa?

VanEck tidak meluncurkan produk ini tanpa dasar fundamental. Dalam press release resminya, perusahaan mengutip data Artemis untuk menggambarkan skala jaringan BNB Chain:

  • 14 juta transaksi per hari diproses BNB Chain
  • 2,5 juta pengguna aktif harian
  • $16 miliar total stablecoin supply di jaringan
  • $3,6 miliar tokenized real-world assets (RWA)
  • $88,3 miliar market cap BNB saat peluncuran

Angka-angka ini menempatkan BNB Chain sebagai jaringan Layer 1 terbesar ketiga berdasarkan aktivitas on-chain, di bawah Ethereum dan Solana.

BNB Bukan yang Pertama, Tapi Milestone Tetap Besar

ETF BNB bergabung dengan gelombang peluncuran ETF kripto yang terus meluas, mencakup aset seperti Solana, XRP, Litecoin, Avalanche, Dogecoin, Chainlink, Polkadot, HBAR, dan yang paling baru Hyperliquid.

ETF Bitcoin spot di AS diluncurkan pada Januari 2024, diikuti ETF Ethereum spot. Total aset bersih keduanya kini mencapai $86,45 miliar dan $11,6 miliar berturut-turut, berdasarkan data SoSoValue.

BNB memulai dengan aset awal $1,02 juta, jauh di bawah angka-angka tersebut. Tapi konteks historis perlu diingat: IBIT milik BlackRock juga memulai dengan aset yang jauh lebih kecil sebelum tumbuh menjadi ETF dengan AUM di atas $60 miliar dalam 18 bulan.

$600 Juta untuk BNB: Sinyal Adopsi Kripto Institusional
Bank asal Tiongkok siapkan $600 juta untuk treasury BNB. Apa artinya bagi pasar kripto global dan tren adopsi institusional aset digital?
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Satu Hal yang Belum Ada: Fitur Staking

Staking dikecualikan dari peluncuran awal VBNB karena ketidakpastian regulasi di AS, meskipun bahasa kondisional tentang staking masih ada dalam filing terbaru.

Ini adalah perbedaan signifikan dari produk BNB yang bisa diakses langsung. BNB yang di-stake di BNB Chain menghasilkan yield tahunan sekitar 2-4%, dan fitur ini tidak tersedia di VBNB setidaknya untuk saat ini.

VanEck kemungkinan akan mendorong untuk mengaktifkan staking yield dalam waktu dekat setelah VBNB mulai berjalan. Jika staking diaktifkan, VBNB akan menjadi ETF kripto pertama di AS yang memberikan yield langsung kepada investor.

Apa Artinya untuk Investor Kripto di Indonesia?

VBNB tidak bisa langsung dibeli oleh investor ritel Indonesia karena terdaftar di bursa AS dan membutuhkan akun broker AS. Tapi relevansinya tetap ada di tiga level.

Pertama, validasi institusional terhadap BNB.

Persetujuan SEC atas VBNB adalah sinyal bahwa regulator kelas dunia menilai BNB sebagai aset yang layak untuk produk investasi terregulasi.

Kedua, efek harga jangka menengah.

Peluncuran ETF spot Bitcoin dan Ethereum pada 2024 masing-masing diikuti oleh periode apresiasi harga yang signifikan setelah dana institusional mulai masuk. Pola serupa berpotensi terjadi untuk BNB, meskipun tidak ada jaminan timing-nya.

Ketiga, sinyal arah industri.

Semakin banyak aset kripto yang mendapat produk ETF terregulasi, semakin sulit argumen bahwa kripto adalah kelas aset "pinggiran" yang tidak relevan bagi investor mainstream.

Untuk investor yang ingin mendapat eksposur ke ekosistem kripto yang lebih luas, termasuk aset-aset yang sedang dalam proses adopsi institusional seperti ini, NOBI Dana Kripto menawarkan portofolio yang dikelola secara profesional dengan underlying Bitcoin, Ethereum, dan Solana.

👉 Pelajari lebih lanjut di nobi.id


CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apa itu VBNB?
VBNB adalah ticker dari VanEck BNB ETF, ETF spot BNB pertama yang terdaftar di AS. Fund ini diperdagangkan di Nasdaq, didukung BNB fisik yang disimpan Anchorage Digital Bank, dan dikenakan sponsor fee 0,39% per tahun.

Apakah VBNB bisa dibeli investor Indonesia?
Tidak secara langsung. VBNB terdaftar di Nasdaq dan hanya bisa diakses melalui akun broker AS. Investor Indonesia perlu menggunakan platform yang menyediakan akses ke pasar saham AS untuk membeli VBNB.

Apakah peluncuran VBNB akan menaikkan harga BNB?
Tidak ada kepastian soal timing atau besarannya. Secara historis, peluncuran ETF spot Bitcoin dan Ethereum memang diikuti apresiasi harga, tapi banyak variabel lain yang berperan. VBNB memulai dengan aset awal $1,02 juta, masih jauh dari skala yang bisa menggerakkan harga secara signifikan dalam jangka pendek.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.