ETF Bitcoin AS Catat Inflow Rp39,6 Triliun di April 2026, AUM Tembus Rp1.664 Triliun

Ringkasan:
- ETF Bitcoin spot AS mencatat inflow bulanan US$2,43 miliar (Rp39,6 triliun) di April 2026, hampir dua kali lipat dibanding Maret.
- BlackRock IBIT mendominasi dengan 91% dari total arus masuk mingguan dan kini memegang 806.700 BTC.
- Morgan Stanley resmi masuk pasar ETF Bitcoin dengan produk MSBT, meraup US$71 juta di pekan perdana.
- Demand institusional menyerap 9 kali lipat pasokan penambang, menurut Bitget Research.
Arus masuk dana ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat terus mencatat momentum positif sepanjang April 2026, dengan total inflow bulanan mencapai US$2,43 miliar atau setara Rp39,6 triliun, melampaui hampir dua kali lipat capaian Maret yang sebesar US$1,32 miliar.
Menurut data SoSoValue, produk-produk ini mencatat sembilan hari berturut-turut net inflow hingga 24 April, menjadikannya rentetan positif terpanjang sepanjang tahun ini. Total aset kelolaan (AUM) ETF Bitcoin spot AS kini telah menembus US$102 miliar atau setara Rp1.664 triliun, sebuah level yang mencerminkan 6,5 persen dari total kapitalisasi pasar Bitcoin.

BlackRock IBIT Kuasai 91% Arus Masuk Mingguan
Di antara seluruh produk yang ada, iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock tampil sebagai mesin utama pertumbuhan. Dalam sepekan pada periode 13 hingga 17 April, IBIT menyerap US$907,97 juta, setara 91 persen dari total inflow kategori pada minggu tersebut.
Secara kumulatif sejak diluncurkan, total net inflow ke IBIT kini telah mencapai US$58 miliar atau sekitar Rp945 triliun, dengan kepemilikan aktual sebesar 806.700 BTC senilai lebih dari US$63,7 miliar atau setara Rp1.038 triliun.
Pada 23 April saja, seluruh ETF Bitcoin spot mencatat inflow harian sebesar US$223,21 juta, di mana IBIT menyumbang sekitar 75 persen atau US$167,49 juta dalam satu sesi. Eric Balchunas, analis ETF dari Bloomberg Intelligence, menyebut bahwa per 23 April 2026, ETF Bitcoin spot telah mencatat angka positif di setiap jendela waktu yang dipantau, sebuah kondisi yang absen selama beberapa bulan terakhir.
Morgan Stanley Resmi Masuk, Ekosistem Institusi Terus Meluas
Salah satu perkembangan paling menarik bulan ini adalah debut Morgan Stanley di pasar ETF Bitcoin. Produk barunya, MSBT, yang diluncurkan pada 8 April 2026, langsung meraup US$71 juta dalam pekan penuh perdagangan pertamanya, sinyal bahwa institusi besar Wall Street terus mengambil posisi di aset kripto melalui wadah yang sudah familiar.
Fidelity dengan produk FBTC-nya juga tetap aktif, meski sempat mencatat outflow kecil di beberapa sesi. Sementara itu, menurut laporan Bitget Research, per Maret 2026 terdapat 172 perusahaan publik yang secara kolektif memegang 1 juta BTC di neraca keuangan mereka, setara 5 persen dari total pasokan Bitcoin yang beredar.

Demand Institusi Serap 9 Kali Lipat Pasokan Penambang
Yang membuat data April ini menonjol bukan hanya besarannya, tetapi juga kecepatannya dibandingkan sisi pasokan. Ryan Lee, Chief Analyst di Bitget Research, mencatat bahwa dalam rentetan delapan hari inflow pada akhir April, ETF Bitcoin menyerap sekitar 19.000 BTC, sementara penambang hanya memproduksi sekitar 2.100 BTC dalam periode yang sama.
"Demand dari institusi saat ini menyerap sekitar sembilan kali lipat pasokan baru dari penambang," tulis Lee dalam laporan risetnya. Ia menambahkan bahwa selama inflow institusional terus menyerap volatilitas makro, kripto tetap terkonfigurasi sebagai bagian dari konstruksi portofolio yang lebih luas.
Kondisi ini berbeda dari reli-reli sebelumnya yang lebih banyak didorong sentimen ritel. Menurut Lee, basis permintaan struktural seperti ini cenderung lebih tahan lama dan menjadi fondasi yang lebih kokoh bagi pergerakan harga ke depan.
Dari sisi harga, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$78.000 hingga US$80.000, naik sekitar 14,46 persen dalam sebulan terakhir. Analis Bitget Research memproyeksikan Bitcoin berpotensi menembus US$80.000 hingga US$85.000 dalam waktu dekat, dengan katalis utama berupa berlanjutnya aliran dana institusional yang konsisten.
Mulai Investasi Kripto Bersama NOBI Dana Kripto
Ketika institusi global sudah menaruh miliaran dolar ke Bitcoin lewat ETF, investor ritel pun punya pilihan yang setara, tanpa perlu paham teknis, tanpa perlu bikin wallet sendiri, dan tanpa perlu memantau pasar 24 jam.
NOBI Dana Kripto adalah manajer aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang resmi beroperasi sebagai peserta Regulatory Sandbox OJK (S-196/IK.01/2025). Dana kamu dialokasikan ke Bitcoin, Ethereum, dan Solana oleh tim profesional menggunakan strategi aktif berbasis data, dengan aset yang disimpan aman oleh kustodian independen.
Mulai dari Rp100.000, portofolio kamu langsung dikelola, bukan buy and hold biasa.
Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto
Baca Juga
- Dana Kripto Global Catat Inflow Mingguan Rp20 Triliun
- Saldo Whale Bitcoin Tembus 3,09 Juta BTC, Tertinggi Sejak November 2025
- Strategy Beli Bitcoin Rp43 Triliun, Total Kepemilikan Tembus 800.000 BTC
Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.
Tentang NOBI Dana Kripto
NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.
Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.
Tag Artikel
