logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

Clarity Act Hampir Final: Circle Naik 20%, Saham Kripto Ikut Terbang

NOBI Editorial
·5 Mei 2026·5 menit baca
Clarity Act Hampir Final: Circle Naik 20%, Saham Kripto Ikut Terbang
Ringkasan

Dua senator AS, Alsobrooks dan Tillis, mencapai kompromi atas bahasa yield stablecoin dalam Clarity Act pada Jumat lalu.

Saham Circle melonjak hampir 20% dalam sehari, sementara saham-saham kripto lain ikut reli signifikan.

Kelompok perbankan besar masih keberatan, menyebut solusi yang diusulkan "belum cukup" untuk melindungi simpanan nasabah.

Bitcoin bertahan di atas $80.000 di tengah sentimen positif regulasi, sementara Ethereum bergerak di kisaran $2.365.

Kompromi besar di Senat Amerika Serikat mendorong reli tajam di seluruh ekosistem saham kripto pada Senin, 4 Mei 2026. Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis berhasil menyepakati rumusan bahasa baru soal stablecoin yield dalam Clarity Act, sebuah RUU yang sudah lama ditunggu industri kripto. Hasilnya langsung terasa di pasar: saham Circle, perusahaan di balik USDC, melejit hampir 20% hanya dalam satu hari perdagangan.

Trader dan investor institusional langsung membaca sinyal ini sebagai angin segar. Bukan hanya Circle yang menikmati momentum ini. Saham-saham kripto lain turut terdorong naik, mencerminkan ekspektasi bahwa kerangka regulasi stablecoin di AS akhirnya mulai menemukan bentuknya setelah berbulan-bulan tarik-menarik politik di Kongres.

Baca juga: [GENIUS Act Disahkan: Era Baru Regulasi Stablecoin AS Dimulai](#)

Apa yang Berubah dalam Clarity Act?

Clarity Act adalah RUU yang dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang jelas bagi stablecoin di Amerika Serikat. Titik paling alot dalam negosiasi selama ini adalah soal stablecoin yield, yaitu apakah penerbit stablecoin boleh menawarkan imbal hasil kepada pemegangnya. Ini sensitif karena menyentuh wilayah yang selama ini dijaga ketat oleh perbankan tradisional.

Kompromi Alsobrooks dan Tillis mengusulkan rumusan baru yang memberi batasan lebih jelas soal siapa yang boleh menawarkan yield dan dalam kondisi apa. Belum ada teks final yang dipublikasikan secara terbuka, tapi sinyal dari kedua senator cukup kuat bahwa kesepakatan ini bisa mendorong pemungutan suara lebih cepat dari jadwal awal.

Sebelumnya, versi GENIUS Act sudah lebih dulu disahkan pada Juli 2025, yang membuka jalan bagi perusahaan seperti Western Union untuk meluncurkan stablecoin USDPT di jaringan Solana. Clarity Act menjadi langkah berikutnya yang lebih komprehensif, mencakup aspek yield dan perlindungan konsumen yang lebih detail.

Western Union Luncurkan Stablecoin USDPT di Solana
Western Union resmi meluncurkan stablecoin USDPT di jaringan Solana. Apa artinya bagi ekosistem kripto dan pengiriman uang global?
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Perbankan Masih Menahan Diri

Di balik reli euforia ini, ada kekhawatiran yang belum selesai. Kelompok-kelompok perdagangan perbankan besar di AS menyampaikan pernyataan resmi bahwa kompromi yang diusulkan "masih belum cukup" (falls short) untuk melindungi kepentingan penyimpan dana di bank konvensional.

Argumen utama perbankan sederhana: jika stablecoin boleh menawarkan imbal hasil yang kompetitif, ada risiko migrasi besar-besaran dana dari rekening tabungan bank ke stablecoin. Fenomena ini dikenal sebagai disintermediation, dan perbankan tidak ingin legislasi federal yang justru mempercepat prosesnya. Ironisnya, meski keberatan itu sudah disampaikan secara resmi, para bankir sendiri memilih tutup mulut ketika diminta berkomentar lebih jauh kepada media.

Keengganan perbankan untuk bersuara keras ini justru dibaca pasar sebagai sinyal bahwa mereka tidak punya argumen kuat yang cukup untuk mengganjal proses legislasi. Artinya, peluang Clarity Act untuk melaju ke pemungutan suara semakin terbuka, meski hambatan teknis masih mungkin muncul dalam proses rekonsiliasi teks akhir.

Baca juga: [Tether Gold Tembus $3,3 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Kripto?](#)

Bitcoin di $80.000 dan Apa Maknanya Sekarang

Bitcoin hari ini diperdagangkan di sekitar $80.586, bergerak dalam rentang $78.359 hingga $80.727 dalam 24 jam terakhir, dengan kenaikan tipis 0,45%. Dalam tujuh hari terakhir, BTC sudah naik 4,53%, sebuah pergerakan yang cukup solid di tengah ketidakpastian makro global.

Perlu dicatat bahwa harga saat ini masih 36% di bawah all-time high Bitcoin yang tercatat di $126.080. Artinya, meski sentimen membaik, pasar secara teknis masih dalam mode recovery, bukan new high. Level $80.000 kini menjadi krusial karena data on-chain menunjukkan banyak short-term holder yang memiliki cost basis di sekitar angka ini. Menembus dan mempertahankan $80.000 sebagai support adalah syarat teknis berikutnya sebelum BTC bisa melanjutkan perjalanan ke $85.000.

Ethereum bergerak lebih konservatif, berada di $2.365 dengan sedikit koreksi 0,74% dalam sehari, walau masih naik 2,89% dalam tujuh hari. Jarak ETH dari all-time high-nya di $4.946 masih lebih dari 52%, yang menunjukkan bahwa altcoin terbesar ini butuh katalis lebih kuat untuk ikut berakselerasi. Momentum regulasi stablecoin ini bisa menjadi salah satu katalis tersebut, mengingat ekosistem stablecoin dan DeFi sebagian besar berjalan di atas Ethereum.

Bitcoin Dekati $85.000: Sinyal Miner dan Pasar Opsi Menguat
Bitcoin diperdagangkan di $80.840 dengan sinyal bullish dari miner dan pasar opsi. Apa yang mendorong BTC menuju $85.000?
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Pasar Emang Ribet, NOBI Dana Kripto Bantu Investasi Kripto Kamu

Hari ini ada kompromi senator, besok mungkin ada sanggahan dari perbankan, lusa mungkin ada voting yang ditunda. Siklus berita regulasi kripto memang begini: panjang, penuh belok, dan kadang bikin capek sendiri.

Kabar baiknya, kamu nggak harus ikutin semua detailnya satu per satu. NOBI Dana Kripto hadir biar eksposurmu ke Bitcoin, Ethereum, dan Solana tetap berjalan meski kamu tidak duduk di depan layar setiap jam.

Biarkan tim dana kripto profesional NOBI yang pantau regulasi, pantau harga, dan pantau peluangnya.


CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Baca Juga

- [GENIUS Act Disahkan: Babak Baru Regulasi Stablecoin di Amerika Serikat](#)

- [Bitcoin Tembus $80.000: Apakah $85.000 Jadi Target Berikutnya?](#)

- [Western Union Luncurkan Stablecoin USDPT di Jaringan Solana](#)


Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.


Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.