logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Tips Investasi

Tujuh Faktor Bitcoin Terjun Lebih dari 50% dari Puncak Pasca Kemenangan Trump

NOBI Editorial
·7 Juni 2026·7 menit baca
Tujuh Faktor Bitcoin Terjun Lebih dari 50% dari Puncak Pasca Kemenangan Trump
Ringkasan:

Bitcoin sempat menyentuh $59.101 pada 5 Juni 2026, level terendah sejak Oktober 2024, dan turun lebih dari 52% dari all-time high $126.080 yang dicapai Oktober 2025. Menurut Bloomberg, Bitcoin sudah bernilai kurang dari saat Trump kembali menjabat, menghapus seluruh "Trump rally." Penyebabnya adalah akumulasi tujuh faktor tekanan dalam delapan bulan terakhir. Tapi data historis menunjukkan koreksi di atas 50% sudah terjadi empat kali dalam sejarah Bitcoin dan selalu diikuti recovery ke all-time high baru.

Daftar Isi

  1. Angka yang Perlu Dipahami Dulu
  2. Tujuh Faktor Penyebab Koreksi Ini
  3. Koreksi 50%+ Bukan Hal Baru: Data Historis
  4. Studi Kasus: Apa yang Terjadi pada Investor yang Panik Jual di FTX 2022
  5. Dua Narasi yang Berlawanan di Pasar Saat Ini
  6. Perspektif Kami: Koreksi Ini Tidak Mengubah Fundamentalnya
  7. Panduan Konkret: Apa yang Harus Dilakukan Berdasarkan Profilmu
  8. NOBI Dana Kripto: Solusi Investasi Kripto Anti Ribet
  9. FAQ

1. Angka yang Perlu Dipahami Dulu

Bitcoin menyentuh all-time high $126.080 pada 6 Oktober 2025.

Pada 5 Juni 2026, harganya sempat turun ke $59.101 secara intraday, penurunan 53% dari puncak dalam delapan bulan.

Menurut Bloomberg, ini adalah pertama kalinya Bitcoin jatuh di bawah $60.000 sejak Oktober 2024. Bitcoin kini bernilai lebih rendah dari ketika Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS.

Berikut timeline penurunan:

Periode Harga BTC Peristiwa
6 Oktober 2025 $126.080 All-time high
November 2024 ~$75.000 Harga saat Trump menang pilpres
Januari 2026 ~$88.000 ETF outflow $1,5 miliar, institusi mulai keluar
4 Februari 2026 ~$73.000 Kembali ke level pre-Trump election
5 Juni 2026 $59.101 Level terendah baru 2026
8 Juni 2026 ~$62.000 Sedikit pulih, bottom fishers masuk

Sumber: Bloomberg, Yahoo Finance, CoinTribune

2. Tujuh Faktor Penyebab Koreksi Ini

Koreksi sebesar ini tidak terjadi karena satu sebab.

Menurut CoinStats dan Yahoo Finance, ada tujuh faktor yang bertumpuk dalam delapan bulan terakhir:

  1. Flash crash 10 Oktober 2025 yang memicu awal pelemahan struktur teknikal Bitcoin pasca-ATH
  2. Risiko geopolitik dari Perang Iran yang meningkatkan keengganan investor terhadap aset berisiko sejak Februari 2026
  3. ETF outflow masif lebih dari $2,4 miliar di Mei 2026 saja, terburuk sepanjang tahun
  4. Rotasi kapital ke saham AI dengan institusi memindahkan eksposur dari kripto ke teknologi
  5. Ekspektasi suku bunga lebih tinggi lebih lama setelah data tenaga kerja AS yang kuat di Juni 2026
  6. Penjualan 32 BTC oleh Strategy yang memecahkan narasi "tidak pernah jual" Michael Saylor
  7. Deleveraging massal futures dengan lebih dari $1,5 miliar long positions terlikuidasi pada 5 Juni saja

Tidak ada satupun faktor di atas yang berdiri sendiri. Efek kumulatifnya yang menciptakan tekanan jual berkepanjangan.

3. Koreksi 50%+ Bukan Hal Baru: Data Historis

Ini data yang paling penting sebelum mengambil keputusan apapun.

Menurut data CoinGecko dan Bloomberg, Bitcoin pernah mengalami koreksi lebih dari 50% dari puncak sebanyak empat kali dalam sejarahnya. Setiap kali, harga akhirnya pulih ke all-time high baru:

Periode Penurunan dari Puncak Recovery Berikutnya
2011 -93% Naik ke $1.200 dalam 2 tahun
2013-2015 -86% (era Mt. Gox) Naik ke $19.000 dalam 3 tahun
2017-2018 -84% Naik ke $67.000 dalam 3 tahun
2021-2022 -77% (era FTX) Naik ke $126.000 dalam 2 tahun
2025-2026 -53% (saat ini) Belum selesai

Pola yang konsisten: setiap koreksi besar selalu diikuti recovery ke all-time high baru.

Tidak ada jaminan pola ini akan terulang. Tapi konteks historis ini penting sebelum mengambil keputusan emosional.

4. Studi Kasus: Apa yang Terjadi pada Investor yang Panik Jual di FTX 2022

Pada November 2022, ketika FTX kolaps dan Bitcoin turun ke $15.700, banyak investor menjual posisi mereka karena takut Bitcoin akan turun ke nol.

Mereka yang menjual di kisaran $16.000-$20.000 melewatkan seluruh rally dari $16.000 ke $126.080 yang terjadi dalam 24 bulan berikutnya, kenaikan lebih dari 700%.

Mereka yang menahan posisi atau bahkan menambah di level tersebut mengalami salah satu return terbaik dalam sejarah investasi modern.

Kesimpulannya bukan bahwa semua keputusan jual itu salah. Kesimpulannya adalah keputusan yang diambil karena panik di momen Extreme Fear hampir selalu terbukti salah dalam jangka menengah dan panjang.

Insight penting: Menurut riset JP Morgan Asset Management (2025), salah satu penyebab terbesar underperformance investor ritel adalah keluar dari pasar di waktu yang salah karena tidak punya horizon investasi yang jelas sejak awal. Fear & Greed Index Bitcoin saat ini berada di 12, level Extreme Fear yang secara historis sering bertepatan dengan area bottom jangka menengah.

5. Dua Narasi yang Berlawanan di Pasar Saat Ini

Tidak ada konsensus di kalangan analis. Dua narasi ini sedang aktif diperdebatkan.

Narasi Bearish

Peter Schiff, kritikus Bitcoin yang vokal, menulis di X setelah Bitcoin menembus $60.000: "Bitcoin broke $60K, taking out the low from Feb. 2025. Bottom fishers sent the price back above $61K."

Schiff memperingatkan kemungkinan "Crypto Black Monday" dan menyebut support teknikal berikutnya ada di $53.900 dan $43.130.

Argumen lainnya: menurut data Farside yang dikutip Yahoo Finance, outflow ETF Bitcoin berlangsung tujuh hari berturut-turut tanpa satu hari positif, mencerminkan pengurangan eksposur institusional yang sistematis.

Narasi Bullish

Per 7 Juni 2026, CoinTelegraph mencatat Bitcoin mulai mempertahankan level support jangka panjangnya dengan potensi recovery ke $92.630.

Standard Chartered mempertahankan target akhir tahun 2026 di $100.000. Bernstein memproyeksikan $150.000 dan JP Morgan menggunakan framework valuasi $170.000.

Ketiga institusi ini belum mengubah proyeksi bullish jangka panjang mereka meskipun kondisi pasar saat ini tertekan.

6. Perspektif Kami: Koreksi Ini Tidak Mengubah Fundamentalnya

Ada satu hal yang perlu diluruskan dari narasi "Bitcoin menghapus semua kenaikan Trump."

Framing ini secara teknis benar tapi menyesatkan secara konteks.

Bitcoin di $60.000 hari ini bukan Bitcoin yang sama dengan Bitcoin di $60.000 pada Oktober 2024. Saat ini ada lebih dari $80 miliar aset tersimpan di ETF spot, ribuan lembaga institusional yang tidak ada dua tahun lalu, dan regulatory clarity yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Yang berubah adalah harganya. Fundamentalnya tidak.

Menurut pandangan kami, investor yang paling merugi dari situasi ini bukan yang membeli di $120.000 dan menahan. Yang paling merugi adalah yang membeli dengan leverage, atau yang menjual di $60.000 karena mengikuti narasi panik dan kemudian melewatkan recovery.

Pandangan kami: Koreksi 50%+ dari puncak adalah sinyal untuk memeriksa strategi, bukan untuk meninggalkannya. Pertanyaan yang relevan bukan "kapan Bitcoin akan naik lagi" tapi "apakah horizon dan alokasi investasi saya masih valid?" Kalau jawabannya ya, tindakan terbaik sering kali adalah tidak melakukan apa-apa.

7. Panduan Konkret: Apa yang Harus Dilakukan Berdasarkan Profilmu

Jika Kamu Holder Jangka Panjang (4 Tahun ke Atas)

Tidak perlu melakukan apa-apa kecuali dua hal:

  • Pastikan alokasi kripto dalam portofoliomu masih sesuai dengan rencana awal
  • Jangan menambah leverage hanya karena harga terlihat "murah"

Berdasarkan data historis di atas, investor yang hold Bitcoin minimal 4 tahun belum pernah mengalami kerugian sepanjang sejarah aset ini.

Jika Kamu Investor Jangka Menengah (1-3 Tahun)

Evaluasi ulang apakah horizon investasimu masih realistis.

Jika uang yang diinvestasikan dibutuhkan dalam 12-18 bulan ke depan, volatilitas saat ini adalah sinyal untuk mengurangi eksposur secara bertahap ke aset yang lebih stabil.

Jika horizonmu masih 3 tahun ke atas, data historis mendukung untuk mempertahankan posisi.

Jika Kamu Trading dengan Leverage

Ini situasi yang paling kritis. Stop-loss adalah prioritas utama.

Menurut data CoinStats, lebih dari $1,5 miliar posisi long terlikuidasi hanya pada 5 Juni 2026. Leverage di pasar yang sedang dalam tekanan makro struktural adalah kombinasi berbahaya.

Pertimbangkan untuk mengurangi leverage secara signifikan sampai ada kepastian arah dari data Fed berikutnya.

Tiga Hal yang Perlu Dipantau

Tiga katalis berikut yang paling menentukan arah Bitcoin dalam 2-4 minggu ke depan:

  1. Data inflasi AS (CPI) berikutnya: Jika inflasi melandai, narasi suku bunga tinggi melemah dan membuka ruang recovery untuk semua aset berisiko.
  2. Apakah ETF outflow berbalik: Tujuh hari berturut-turut outflow adalah sinyal serius. Reversal ke inflow akan menjadi konfirmasi pertama tekanan institusional mulai mereda.
  3. Level support $53.900: Jika Bitcoin turun menembus level ini secara clean, skenario koreksi lanjutan ke $43.000-$45.000 menjadi lebih mungkin menurut analisis teknikal yang dikutip Bitcoin.com.

8. NOBI Dana Kripto: Solusi Investasi Kripto Anti Ribet

Semua analisis di atas membutuhkan pemantauan aktif dan kapasitas untuk mengambil keputusan rasional di tengah tekanan emosional yang tidak kecil.

Kalau kamu tidak mau menanggung semua itu sendirian, itulah fungsi NOBI Dana Kripto.

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A adalah produk dana kripto yang dikelola secara aktif oleh tim profesional, dengan underlying Bitcoin, Ethereum, dan Solana dalam satu instrumen. Tidak ada posisi leverage. Tidak ada risiko likuidasi. Tim NOBI yang memantau pasar, mengelola risiko, dan mengeksekusi rebalancing setiap hari.

  • Diawasi OJK melalui regulatory sandbox
  • Aset disimpan di kustodian kelas institusional
  • Bisa dimulai dari Rp100.000
  • Beli dan jual kapan saja

Kamu tidak perlu memahami semua ini sendirian. Biarkan tim manajer dana kripto yang memang tugasnya mengelola aset kamu dengan profesional.

CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apakah Bitcoin benar-benar sudah menghapus semua kenaikan sejak Trump menang?

Ya, secara harga. Menurut Bloomberg, Bitcoin pada 5 Juni 2026 sempat menyentuh $59.101, di bawah level $60.000-$75.000 yang berlaku saat Trump memenangkan pemilihan November 2024. Namun ekosistem, adopsi institusional, dan regulatory clarity saat ini jauh lebih kuat dibanding dua tahun lalu.

Apakah ini saat yang tepat untuk beli lebih banyak Bitcoin?

Tergantung sepenuhnya pada horizon investasi dan profil risikomu. Menurut data historis CoinGecko, periode Extreme Fear (Fear & Greed Index di bawah 20) sering bertepatan dengan area bottom jangka menengah. Tapi tidak ada jaminan timing-nya. Jika kamu memilih menambah posisi, DCA secara bertahap lebih aman dari lump sum satu kali.

Seberapa dalam Bitcoin bisa turun lagi?

Tidak ada yang bisa menjawab ini dengan pasti. Menurut analisis teknikal yang dikutip Bitcoin.com, support berikutnya ada di $53.900 dan $43.130. Di sisi lain, CoinTelegraph per 7 Juni 2026 melihat potensi recovery ke $92.630 jika level support saat ini bertahan.

Apakah ini bear market atau koreksi dalam bull market?

Perdebatan ini belum selesai. Koreksi 50%+ secara teknikal masuk kategori bear market. Tapi struktur jangka panjang seperti halving cycle, ETF adoption, dan institutional participation masih menunjukkan karakteristik bull market yang belum selesai. Bernstein dan JP Morgan masih mempertahankan proyeksi bullish jangka panjang mereka.

Apa bedanya koreksi ini dengan crash FTX 2022?

Menurut analisis Amberdata, koreksi FTX 2022 dipicu oleh kegagalan institusional kripto native. Koreksi saat ini lebih didorong oleh faktor makro eksternal: suku bunga, geopolitik, dan rotasi kapital ke AI. Strukturnya berbeda, tapi pola tekanan jual masif dan Fear Extreme yang menyertainya serupa.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Tips Investasi
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.