logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

Bitcoin Turun 4 Hari Berturut ke $63K: Kenaikan Pasca Damai Langsung Hilang

NOBI Editorial
·19 Juni 2026·5 menit baca
Bitcoin Turun 4 Hari Berturut ke $63K: Kenaikan Pasca Damai Langsung Hilang
Ringkasan:

Bitcoin turun ke bawah $63.000 pada Jumat 20 Juni 2026, menghapus kenaikan pekan ini yang sempat didorong oleh kesepakatan AS-Iran. Menurut CoinDesk, ini adalah bagian dari penurunan empat hari berturut-turut yang dipimpin oleh koreksi di DeFi dan smart contract coins. Dua faktor utama yang mendorong penurunan: ancaman penutupan Hormuz baru dari Iran dan sentimen negatif yang terus berlanjut terkait STRC, preferred stock Strategy. Bitcoin kemudian pulih ke $64.200 pada Minggu 22 Juni, tapi para analis memperingatkan bahwa tanpa katalis baru yang jelas, pasar kemungkinan masih akan tetap range-bound.

Tiga Hari Rally, Empat Hari Koreksi

Pekan ini seharusnya menjadi minggu pemulihan setelah MoU AS-Iran ditandatangani 14 Juni.

Dan untuk sesaat, terlihat seperti itu. Bitcoin naik ke $67.000 pada awal pekan sebelum menemui resistance dan mulai berbalik.

Menurut CoinDesk, penurunan Jumat terjadi dalam sesi perdagangan yang tipis karena libur AS, kondisi yang secara historis menghasilkan volatilitas lebih tinggi karena volume lebih rendah.

Hasilnya: pasar kripto memberikan kembali seluruh kenaikan pekan ini dalam satu sesi, dengan Bitcoin menyentuh bawah $63.000 sebelum sedikit pulih.

Apa yang Mendorong Penurunan?

Menurut CoinDesk, dua faktor mendominasi sentimen negatif pekan ini.

Faktor pertama: Ancaman Hormuz baru dari Iran.

Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada 20 Juni, mengklaim Israel melanggar gencatan senjata Lebanon. Pasar yang baru saja merayakan deal AS-Iran kembali dihadapkan pada ketidakpastian yang sama yang menekan mereka sepanjang Mei dan awal Juni.

Faktor kedua: STRC Strategy terus mendominasi sentimen.

Menurut CoinDesk, kekhawatiran seputar STRC, preferred stock Strategy yang membayar dividen tinggi, terus menjadi beban sentimen pasar kripto. Digital credit market mengalami selloff besar setelah CEO Strive Matt Cole menyebut likuidasi paksa dari investor dengan leverage sebagai pemicunya sebelum keduanya rebound.

Data Pasar: Siapa yang Paling Terdampak?

Koreksi pekan ini tidak merata di semua aset kripto.

Aset Kinerja Pekan Catatan
Bitcoin (BTC) Nyaris flat (-0,3%) Naik awal pekan, turun akhir pekan
Ethereum (ETH) +3,3% Relatif tahan meski volatile
Solana (SOL) +1,5% Stabil di $73
HYPE +14,8% Outperformer pekan ini meski -2% sehari
Dogecoin (DOGE) -4,9% Terlemah di antara major coins
DeFi coins Turun lebih dalam "Lead losses" menurut CoinDesk
Smart contract coins Turun lebih dalam Ikut DeFi coins sebagai pemimpin kerugian

Sumber: CoinDesk, CryptoNews.net, 22 Juni 2026

Pola yang terlihat jelas: Bitcoin relatif tahan dibanding altcoin, dengan DeFi dan smart contract coins menanggung tekanan paling dalam. Ini adalah karakteristik "risk-off within crypto", investor yang mengurangi eksposur cenderung keluar dari aset dengan risiko lebih tinggi lebih dulu.

Pola "Bounce and Fade" yang Sudah Berulang Empat Kali

Ini bukan pertama kalinya Bitcoin mengalami pola ini di 2026.

Menurut analisis dari berbagai sumber yang kompilasi CoinDesk, Bitcoin sudah empat kali mengalami rally yang kemudian memudar di 2026:

  1. Januari 2026: Rally ke $90.400 setelah FOMC, fade ke $83.383 dalam 48 jam
  2. Maret 2026: Rally ke $74.500 setelah gencatan senjata kondisional April, fade ke $59.101
  3. Mei 2026: Rally ke $82.785, ditolak di upper channel, turun ke $59.101
  4. Juni 2026: Rally ke $67.000 setelah MoU Iran, fade ke $63.000

Setiap rally memiliki pemicu yang berbeda, tapi hasilnya konsisten: high yang baru lebih rendah dari high sebelumnya, dan penurunan yang mengikutinya selalu lebih dalam dari yang diharapkan pelaku pasar.

Studi Kasus: Apa yang Berbeda Dari "Bounce and Fade" Sebelumnya?

Satu hal yang membedakan kondisi saat ini dari episode sebelumnya adalah sinyal teknikal yang sudah tidak ada di fase-fase bounce sebelumnya.

Ketika Bitcoin bounce dari $59.101 ke $67.000, ada bullish divergence mingguan yang langka terbentuk di level $59.000-$62.000. Sinyal ini belum pernah terbentuk di tiga bounce sebelumnya.

Menurut analisis CoinTelegraph per 7 Juni, bullish divergence mingguan ini hanya pernah muncul sekali sebelumnya dalam sejarah Bitcoin: di November 2022, sebelum reli 755%.

Tapi seperti yang sudah dijelaskan di pekan-pekan lalu, divergence adalah sinyal bahwa kondisi untuk pembalikan sedang terbentuk, bukan bahwa pembalikan sudah pasti terjadi atau akan langsung terjadi.

Apa yang Perlu Terjadi Agar Bounce Berikutnya Berlanjut?

Berdasarkan analisis dari CoinDesk, CoinTelegraph, dan data pasar terkini, ada tiga kondisi yang perlu terpenuhi bersamaan agar rally Bitcoin berikutnya tidak kembali memudar:

  1. Hormuz harus terbuka secara permanen. Bukan hanya MoU, tapi implementasi nyata yang membuat kapal tanker mulai melewati selat secara konsisten dan harga minyak turun secara berkelanjutan.
  2. ETF inflow harus kembali positif secara konsisten. Satu atau dua hari inflow tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah tren mingguan yang positif yang menandakan kembalinya minat institusional secara berkelanjutan.
  3. Bitcoin harus menutup setidaknya tiga hari di atas $68.000 dengan volume kuat. Di bawah level itu, Bitcoin masih dalam pola lower high yang sudah berlangsung sejak Oktober 2025.

Perspektif Kami: Pasar Bukan Sedang Lemah, Pasar Sedang Menunggu

Ada kecenderungan untuk menginterpretasikan rangkaian "bounce and fade" ini sebagai tanda kelemahan struktural Bitcoin.

Kami melihatnya berbeda.

Bitcoin di $63.000-$64.000 dengan Fear & Greed Index di Extreme Fear, bullish divergence mingguan terbentuk, dan data fundamental yang masih kuat (ETF AUM $80 miliar, adopsi institusional terus bertumbuh, Clarity Act menuju pengesahan) bukan gambaran aset yang sedang runtuh.

Ini gambaran aset yang sedang menunggu pemicu yang cukup kuat untuk menembus resistance yang telah berulang kali menolaknya.

Menurut pandangan kami, investor jangka panjang tidak perlu menginterpretasikan pola ini sebagai sinyal keluar. Tapi investor yang masuk hanya karena "katalis jangka pendek" perlu menerima bahwa katalis jangka pendek juga menghasilkan rally jangka pendek.

Pandangan kami: "Bounce and fade" akan terus terjadi sampai ada resolusi dari setidaknya dua dari tiga faktor: Hormuz, kebijakan Fed, atau ETF inflow yang kembali. Tidak ada yang tahu kapan itu terjadi. Tapi investor yang tahu mengapa mereka memegang Bitcoin tidak perlu menebak timing-nya.

NOBI Dana Kripto: Investasi Kripto yang Tidak Ikut Panik di Setiap Headline

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A dikelola secara aktif oleh tim profesional yang memantau kondisi pasar setiap hari, tanpa reaksi emosional terhadap setiap "bounce and fade" yang terjadi.

  • Diawasi OJK melalui regulatory sandbox
  • Aset disimpan di kustodian kelas institusional
  • Bisa dimulai dari Rp100.000
  • Beli dan jual kapan saja
CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


FAQ

Apa itu STRC dan mengapa ini mempengaruhi pasar kripto?

STRC adalah ticker untuk preferred stock Strategy yang membayar dividen tinggi. Ketika kekhawatiran muncul tentang kemampuan Strategy memenuhi kewajiban dividen STRC di tengah harga Bitcoin yang tertekan, ini menciptakan tekanan jual pada MSTR dan sentimen negatif yang menular ke pasar kripto secara lebih luas karena Strategy adalah salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar.

Apakah pola "bounce and fade" ini normal dalam bear market?

Ya. Dalam tren bearish jangka menengah, setiap rally biasanya menghasilkan high yang lebih rendah dari sebelumnya sebelum akhirnya ada reversal yang sesungguhnya. Yang membedakan koreksi 2026 dari bear market 2022 adalah skala tekanan yang lebih moderat dan basis institusional yang jauh lebih kuat melalui ETF.

Mengapa DeFi dan smart contract coins lebih dalam penurunannya dari Bitcoin?

Dalam kondisi risk-off, investor yang mengurangi eksposur cenderung keluar dari aset yang lebih volatil dan berisiko lebih dulu. Bitcoin dianggap relatif lebih "aman" di dalam ekosistem kripto karena likuiditas lebih dalam dan adopsi institusional lebih besar. DeFi dan smart contract coins tidak memiliki basis institusional sekuat Bitcoin.

Kapan waktu yang tepat untuk masuk kembali ke Bitcoin?

Tidak ada jawaban yang bisa diberikan secara definitif. Tapi berdasarkan analisis teknikal yang beredar, konfirmasi pertama yang lebih kuat adalah penutupan tiga hari berturut-turut di atas $68.000 dengan volume kuat. Sebelum level itu tercapai, pola lower high yang sudah berlangsung sejak Oktober 2025 masih aktif.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.