Bitcoin Tembus $75.000 Pertama Kali Sejak Mei: Dorongan Clarity Act dari Gedung Putih

Ringkasan: Bitcoin menembus $75.000 pada Kamis 20 Agustus 2026 untuk pertama kalinya sejak Mei, melanjutkan reli yang dimulai sehari sebelumnya. Dalam 48 jam, harga Bitcoin naik sekitar 18% ke lebih dari $77.600. Reli tahap kedua ini dipicu dukungan Presiden Donald Trump terhadap Digital Asset Market Clarity Act dalam pertemuan di Gedung Putih, menambah momentum dari intervensi pasar obligasi AS di awal pekan.
Setelah lonjakan yang dipicu kebijakan buyback obligasi Departemen Keuangan AS pada Rabu, reli Bitcoin mendapat bahan bakar kedua dari arah yang berbeda: Gedung Putih.
Pada 20 Agustus 2026, Presiden Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap Digital Asset Market Clarity Act, undang-undang struktur pasar aset digital yang sudah lama dinanti industri kripto, dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih. Ia mendorong Kongres untuk segera meloloskannya.
Kombinasi dua katalis ini, likuiditas dari pasar obligasi dan kejelasan arah regulasi, mendorong Bitcoin menembus $75.000 pada Kamis malam. Menurut laporan Forbes, ini adalah pertama kalinya Bitcoin melewati level $75.000 sejak Mei 2026, naik lebih dari $10.000 hanya dalam dua hari.

Dari Terancam Gagal ke Dukungan Gedung Putih
Perkembangan ini menandai pembalikan yang signifikan bagi Clarity Act. Pada Juni 2026, nasib undang-undang ini sempat terancam ketika muncul kebuntuan politik di Washington yang membuat peluang lolosnya turun tajam.
Kini, dengan dukungan langsung dari Gedung Putih, arah anginnya berubah. Clarity Act akan mendefinisikan pembagian yurisdiksi pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC, sebuah kerangka yang selama bertahun-tahun ditunggu pelaku industri karena memberi kepastian hukum yang selama ini absen.
Bagi pasar, kejelasan regulasi adalah salah satu katalis paling kuat. Ketidakpastian aturan selama ini menjadi salah satu alasan utama investor institusional menahan diri. Ketika kerangka hukum mulai terbentuk, hambatan psikologis dan operasional bagi masuknya modal besar ikut berkurang.
Pandangan kami: Reli ini menunjukkan bahwa harga kripto semakin digerakkan oleh perkembangan regulasi, bukan sekadar spekulasi. Ini pergeseran positif jangka panjang, karena artinya pasar mulai merespons fundamental kelembagaan, bukan hanya sentimen. Bagi Indonesia, pola yang sama sudah lebih dulu terlihat: kepercayaan pada aset kripto tumbuh seiring hadirnya kerangka pengawasan OJK yang jelas.
Menariknya, pola hubungan antara kejelasan regulasi dan kepercayaan investor ini bukan hal baru bagi Indonesia. Ketika pengawasan aset kripto beralih ke OJK pada Januari 2025 dan produk seperti dana kripto mulai beroperasi dalam kerangka resmi, minat investor terhadap instrumen kripto yang teregulasi justru meningkat. Contoh nyata ini menunjukkan bahwa regulasi yang jelas, alih-alih menghambat, sering menjadi pendorong adopsi.

Reli yang Melibatkan Spot dan Derivatif
Reli tahap kedua ini tidak hanya digerakkan spekulasi jangka pendek. Data menunjukkan partisipasi yang luas dari pembeli spot maupun trader dengan leverage.
Menurut data yang dikutip Decrypt, Bitcoin sempat naik 7,9% dalam 24 jam ke sekitar $77.137, dengan sempat menyentuh titik tertinggi harian $79.320. Kapitalisasi pasar Bitcoin mendekati $1,55 triliun selama lonjakan, sementara volume perdagangan 24 jam melampaui $69 miliar, level yang menandakan partisipasi luar biasa tinggi.
Sekitar $1,5 miliar posisi kripto terlikuidasi di seluruh pasar dalam 24 jam yang melibatkan 178.777 trader, dengan posisi short menyumbang sekitar $1,21 miliar. Pola short squeeze yang sama seperti di awal pekan kembali mempercepat kenaikan.
Data Reli Tahap Kedua
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Kenaikan 24 jam | 7,9% |
| Harga tertinggi harian | $79.320 |
| Kenaikan 48 jam | Sekitar 18% |
| Kapitalisasi pasar Bitcoin | Mendekati $1,55 triliun |
| Volume perdagangan 24 jam | Lebih dari $69 miliar |
| Total likuidasi | $1,5 miliar (178.777 trader) |
| Perbandingan year-over-year | Masih turun 31,8% |
Volume yang sangat tinggi menandakan reli ini melibatkan partisipasi luas, bukan sekadar segelintir pemain besar.
Perspektif yang Perlu Dijaga
Meski reli ini dramatis, penting menjaga perspektif. Dibandingkan level tahun lalu, harga Bitcoin masih tercatat turun sekitar 31,8% secara year-over-year. Artinya, reli ini, sedramatis apa pun dalam jangka pendek, belum sepenuhnya membalikkan tren turun yang membebani pasar selama berbulan-bulan.
Bagi investor, momen seperti ini menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, ada optimisme yang nyata dari kejelasan regulasi dan masuknya kembali modal. Di sisi lain, reli cepat yang didorong short squeeze cenderung diikuti volatilitas tinggi ke kedua arah.
Inilah alasan pengelolaan aset kripto berbasis strategi dan tren menjadi penting. NOBI Dana Kripto tidak mengambil keputusan berdasarkan euforia satu pekan, melainkan berdasarkan parameter risiko yang dipantau sepanjang waktu oleh Risk Scoring Engine. Untuk investor yang percaya pada arah jangka panjang kripto tapi tidak ingin menebak setiap pergerakan, dana kripto terkelola menawarkan cara yang lebih terukur untuk berinvestasi aset kripto
NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, Investasi Kripto Dikelola Profesional
Investasi kripto yang dikelola profesional tanpa ribet kelola wallet dan seed phrase sendiri. Risk Scoring Engine membantu memantau volatilitas dan pergerakan market setiap hari untuk keputusan investasi yang maksimal, sehingga kamu dapat berfokus pada kegiatan sehari-hari.
- Portofolio terdiversifikasi Bitcoin (50%), Ethereum (30%), Solana (20%)
- Dinyatakan lulus Regulatory Sandbox OJK (Surat OJK No. S-254/IK.01/2026)
- Dilengkapi Risk Scoring Engine untuk memantau pasar 24 jam
- Mulai dari Rp100.000
Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto
Tentang NOBI Dana Kripto
NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, dinyatakan lulus Sandbox OJK dengan nomor surat OJK 254/IK.01/2025.
Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa mendatang.
Tag Artikel
