logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

AS Tolak CBDC, Dorong Clarity Act: Apa Artinya untuk Harga Kripto ke Depan?

NOBI Editorial
·28 Mei 2026·6 menit baca
AS Tolak CBDC, Dorong Clarity Act: Apa Artinya untuk Harga Kripto ke Depan?
RingkasanMenteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan pemerintahan Trump tidak akan pernah menerbitkan CBDC
Bessent sekaligus mendorong DPR dan Senat untuk segera mengesahkan Clarity Act
The Digital Chamber meluncurkan situs khusus untuk menekan anggota Kongres agar segera meloloskan Clarity Act
Bitcoin masih di kisaran $73.000 dan Ethereum mendekati $2.000, meski sentimen regulasi mulai membaik
Insight tim NOBI: Kombinasi penolakan CBDC dan dorongan Clarity Act adalah pasangan kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah regulasi kripto AS

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent kembali menegaskan posisi tegas pemerintahan Trump: tidak ada CBDC selama mereka berkuasa. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Kamis (28/5) dan langsung menarik perhatian komunitas kripto global. Bessent sekaligus menyerukan agar DPR dan Senat segera membawa Clarity Act ke garis akhir, sebuah langkah yang dianggap bisa menjadi peta jalan regulasi kripto paling komprehensif dalam sejarah AS.

Yang menarik, pernyataan ini muncul tepat ketika pasar kripto sedang dalam tekanan. Bitcoin turun 5,65% dalam tujuh hari terakhir dan Ethereum merosot 6,37% di periode yang sama. Kabar baik dari sisi regulasi datang saat harga sedang lesu, kondisi yang secara historis sering menjadi fondasi pemulihan jangka menengah ketika sentimen akhirnya berbalik arah.

Mengapa Penolakan CBDC Penting: Perbandingan Historis

CBDC adalah versi digital dari mata uang fiat yang diterbitkan dan dikontrol langsung oleh bank sentral. Untuk memahami mengapa penolakannya signifikan, lihat konteks global berikut:

Negara Status CBDC Dampak ke Ekosistem Kripto Lokal
China Diluncurkan (e-CNY) Pembatasan ketat terhadap kripto swasta
Nigeria Diluncurkan (eNaira) Pembatasan penarikan tunai, tekanan ke P2P kripto
Eropa Dalam pengembangan Ketidakpastian regulasi DeFi meningkat
Amerika Serikat Ditolak tegas Ruang tumbuh terbuka untuk kripto swasta
El Salvador Adopsi Bitcoin BTC sebagai legal tender

Polanya jelas: negara yang meluncurkan CBDC cenderung memperketat ruang gerak kripto swasta. Penolakan AS bukan sekadar retorika, ini konsisten dengan sikap Trump sejak kampanye 2024 bahwa pemerintah tidak akan membangun infrastruktur digital untuk memata-matai transaksi warga negara.

Fidelity Digital Assets, dalam laporan terbarunya, menyebut adanya "bukti yang semakin kuat" bahwa negara-negara dan bank sentral mulai beralih ke Bitcoin dan emas sebagai sistem penyelesaian alternatif di luar kendali AS. Penolakan CBDC oleh AS bukan hanya keputusan domestik, tapi sinyal geopolitik yang memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset netral global.

Clarity Act: Aturan Main yang Ditunggu Industri

Clarity Act dirancang untuk memisahkan secara tegas mana aset kripto yang masuk kategori securities (diatur SEC) dan mana yang masuk kategori commodity (diatur CFTC). Selama ini ketidakjelasan inilah yang menjadi hambatan terbesar institusi keuangan besar untuk masuk penuh ke pasar kripto.

Perbandingan kondisi sebelum dan sesudah Clarity Act:

Aspek Sebelum Clarity Act Sesudah Clarity Act (proyeksi)
Status hukum token Abu-abu, ditentukan kasus per kasus Jelas: securities atau commodity
Otoritas pengawas Tumpang tindih SEC vs CFTC Pembagian wewenang yang tegas
Partisipasi institusional Terbatas karena risiko hukum Lebih terbuka dengan kepastian hukum
Inovasi DeFi Berisiko kena tuntutan SEC Ruang inovasi lebih terlindungi
Exchange listing Selektif dan hati-hati Lebih banyak token bisa listed legal

The Digital Chamber, asosiasi industri kripto terkemuka di AS, kini meluncurkan situs khusus yang memungkinkan publik menulis langsung kepada anggota Kongres untuk mendorong pengesahan Clarity Act. Ini bukan tekanan biasa, ini kampanye terorganisir yang menunjukkan betapa urgennya industri memandang undang-undang ini.

Perspektif tim NOBI: Kami memantau perkembangan regulasi kripto AS sejak SEC pertama kali menuntut Ripple pada 2020. Selama lima tahun terakhir, setiap kali ada kejelasan regulasi, pasar merespons positif dalam 30-90 hari setelahnya. Clarity Act berpotensi menjadi katalis terbesar sejak persetujuan ETF Bitcoin spot Januari 2024.
Clarity Act Divotasi Kamis Ini: Nasib Regulasi Kripto AS
Komite Perbankan Senat AS akan melakukan voting Clarity Act pada 15 Mei 2026. Apa isi RUU ini, dan apa dampaknya ke harga aset kripto?
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Harga Masih Tertekan, Tapi Fundamentalnya Menguat

Harga dan fundamental kripto saat ini bergerak ke arah berlawanan, kondisi yang justru menarik perhatian investor jangka panjang:

Aset Harga Terkini Perubahan 7 Hari Jarak dari ATH Sinyal Fundamental
Bitcoin (BTC) $73.195 -5,65% -42% dari $126.080 Penolakan CBDC, dorongan Clarity Act
Ethereum (ETH) $1.999 -6,37% -60% dari $4.946 Pembelian institusional Bit Digital $20 juta
Pasar kripto global Tertekan Merah Jauh dari puncak Tekanan jual mulai mereda per data on-chain

Yang layak dicatat dari Ethereum: Bit Digital baru saja membeli ETH senilai $20 juta dan kini menjadi pemegang Ether korporat publik terbesar keempat di dunia dengan total 158.000 ETH. Pembelian institusional besar di tengah harga yang tertekan secara historis sering dibaca pasar sebagai tanda bahwa smart money sedang akumulasi sebelum sentimen publik berbalik.

Pola historis yang relevan: Pada Oktober 2022, ketika Bitcoin masih di kisaran $19.000, beberapa perusahaan publik justru menambah kepemilikan BTC mereka. Tiga bulan kemudian, harga sudah kembali ke $23.000 sebelum akhirnya memulai bull run 2023. Konteks ini bukan prediksi, tapi menunjukkan bahwa aksi beli institusional di tengah tekanan pasar bukan fenomena baru.

Bitcoin Koreksi ke $73.000: Sinyal Distribusi Aktif Muncul
Bitcoin melemah ke $73.196 dengan sinyal active distribution dan akumulasi whale terhenti. Bandingkan dengan bear market 2022
NOBI Dana KriptoNOBI Editorial

Tiga Skenario Dampak Clarity Act ke Harga Kripto

Berdasarkan analisis kami terhadap pola historis respons pasar terhadap kejelasan regulasi, ada tiga kemungkinan skenario:

Skenario 1: Clarity Act disahkan dalam 60 hari (Probabilitas: ~30%)

Respons pasar historis terhadap kepastian regulasi besar biasanya muncul dalam 2-4 minggu setelah pengumuman. Potensi kenaikan: signifikan, didorong masuknya modal institusional yang selama ini menahan alokasi.

Skenario 2: Clarity Act tertunda 3-6 bulan (Probabilitas: ~50%)

Skenario paling mungkin mengingat dinamika Kongres AS yang kompleks. Pasar kemungkinan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi, menunggu kepastian. Ini adalah kondisi yang bagus untuk strategi DCA bertahap.

Skenario 3: Clarity Act gagal atau diubah signifikan (Probabilitas: ~20%)

Jika terjadi, tekanan jual bisa kembali meningkat. Namun penolakan CBDC yang sudah dikonfirmasi tetap menjadi bantalan positif jangka panjang.

Catatan penting: Probabilitas di atas adalah estimasi berbasis analisis pola regulasi historis, bukan prediksi finansial. Kondisi geopolitik dan dinamika Kongres bisa mengubah skenario ini dengan cepat.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Investor Sekarang?

Menghadapi kondisi harga tertekan + fundamental menguat + regulasi yang belum pasti, berikut tiga pendekatan sesuai profil risiko:

Konservatif: Tahan posisi yang ada, hindari menambah eksposur besar sebelum ada kepastian arah Clarity Act. Fokus pada manajemen risiko.

Moderat: Pertahankan eksposur saat ini. Pertimbangkan DCA bertahap dalam jumlah kecil di setiap level support, karena valuasi saat ini secara historis menarik untuk horizon 12-24 bulan.

Agresif: Kondisi harga tertekan + fundamental menguat + potensi katalis regulasi adalah kombinasi yang secara historis menarik bagi investor jangka panjang. Namun ukuran posisi tetap harus disesuaikan dengan toleransi risiko.

Kesimpulan: Kabar dari Washington Lebih Penting dari Harga Hari Ini

Penolakan CBDC dan dorongan Clarity Act adalah dua sinyal sekaligus: pemerintah AS tidak ingin memonopoli keuangan digital, dan industri kripto sedang diberi kerangka hukum untuk tumbuh lebih besar. Ini bukan kabar kecil.

Dalam jangka pendek, harga bisa tetap tertekan. Pasar kripto tidak selalu merespons berita fundamental secara langsung. Tapi secara struktural, fondasi yang dibangun hari ini, dari kejelasan regulasi hingga akumulasi institusional, adalah yang akan menentukan ke mana pasar bergerak dalam 12-24 bulan ke depan.

Biarkan Regulasi Berubah, Investasimu Tetap Aman

Memantau semua ini sambil mengikuti pergerakan harga setiap jam bisa sangat melelahkan. NOBI Dana Kripto hadir buat kamu yang ingin tetap punya eksposur ke Bitcoin dan Ethereum tanpa harus begadang mengikuti setiap berita regulasi dari Capitol Hill.

Tim NOBI yang pantau, kamu tinggal tenang.


CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Disclaimer: Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.


Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.