logo nobi dki
Tentang KamiProduk KamiNewsHubungi Kami
Sign UpLog In
← Kembali ke News
Berita Terkini

20% Bitcoin Miner Merugi, Jual Rekor 32.000 BTC di Q1: Krisis yang Bisa Jadi Sinyal Bullish

NOBI Editorial
·22 Juni 2026·6 menit baca
20% Bitcoin Miner Merugi, Jual Rekor 32.000 BTC di Q1: Krisis yang Bisa Jadi Sinyal Bullish
Ringkasan:

Menurut laporan JPMorgan yang dipimpin analis Nikolaos Panigirtzoglou dan dirilis 18 Juni 2026, sekitar 20% dari miner Bitcoin global saat ini beroperasi dalam kondisi merugi. Biaya produksi all-in satu Bitcoin diperkirakan $78.000, sementara harga spot berada di $63.000, gap 19% yang sudah bertahan selama lima bulan berturut-turut. Enam perusahaan mining publik terbesar (MARA, CleanSpark, Riot Platforms, Cango, Core Scientific, dan Bitdeer) menjual total 32.000 BTC di Q1 2026, rekor kuartalan baru yang melampaui total penjualan sepanjang 2025. Tapi JPMorgan sendiri menilai sentimen lemah seperti ini secara historis adalah indikator kontrarian untuk apresiasi harga di masa depan.

Angka yang Perlu Dipahami Dulu

Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $63.000.

Biaya untuk memproduksi satu Bitcoin, mencakup listrik, depresiasi hardware, dan overhead, diperkirakan JPMorgan di sekitar $78.000.

Gap antara keduanya: 19%. Dan gap itu sudah bertahan selama lima bulan berturut-turut sejak Januari 2026.

Menurut CoinShares Q1 2026 Bitcoin Mining Report yang dikutip JPMorgan, kondisi ini menempatkan sekitar 15-20% dari armada mining global dalam kondisi merugi. Mesin yang mengkonsumsi listrik di atas sekitar $0,06 per kWh saat ini tidak menguntungkan.

Siapa yang Menjual dan Berapa Banyak?

Menurut data TheEnergyMag yang dikutip JPMorgan dan dikompilasi berbagai sumber termasuk Bitcoin Magazine dan TFTC, enam perusahaan mining publik ini menjual total 32.000 BTC di Q1 2026:

  • MARA (Marathon Digital Holdings)
  • CleanSpark
  • Riot Platforms
  • Cango
  • Core Scientific
  • Bitdeer

Dengan harga spot $63.000, 32.000 BTC setara dengan sekitar $2 miliar supply yang dipaksakan masuk ke pasar dalam satu kuartal saja.

Konteks yang membuat angka ini lebih mengejutkan: menurut CryptoBreaking.com, penjualan 32.000 BTC di Q1 2026 melampaui penjualan total seluruh 2025 dan bahkan melampaui rekor kuartalan sebelumnya yaitu 20.000 BTC di Q2 2022, periode yang bertepatan dengan kolaps Terra-Luna.

Data Mining: Seberapa Besar Tekanannya?

Metrik Data Terkini Implikasi
Harga BTC saat ini ~$63.000 19% di bawah breakeven
Biaya produksi all-in ~$78.000 JPMorgan estimate
Hashprice $28-$33 per PH/s/hari Dekat level breakeven hardware lama
% miner tidak profitable ~20% Mesin di atas $0,06/kWh
BTC dijual publik miners Q1 2026 32.000 BTC Rekor kuartalan baru
Mining difficulty turun Juni -10% (dua kali) Miner cabut mesin
Hashrate turun dari Oktober peak -23% Galaxy Research
Total BTC holdings miner ~1,8 juta BTC Turun dari 1,86 juta akhir 2023

Sumber: JPMorgan, CoinShares, Galaxy Research, Hashrate Index, TFTC

Apa Itu Hash Ribbon dan Mengapa Ini Penting?

Salah satu indikator yang paling relevan dalam situasi ini adalah Hash Ribbon.

Hash Ribbon adalah indikator yang melacak 30-day dan 60-day moving average dari Bitcoin hashrate. Ketika 30-day MA turun di bawah 60-day MA, itu menandakan miner capitulation, kondisi di mana banyak miner terpaksa menonaktifkan mesin karena tidak lagi menguntungkan.

Menurut laporan CoinDesk per Januari 2026 yang ditulis ulang dalam konteks data terbaru, penurunan hashrate 20% lebih sudah mendorong Hash Ribbon ke dalam zona capitulation.

Yang membuat Hash Ribbon penting secara historis: dalam setiap episode capitulation miner sebelumnya, termasuk saat FTX collapse 2022 dan unwind yen carry trade pertengahan 2024, harga Bitcoin biasanya pulih kuat setelah hashrate berbalik dan capitulation berakhir.

Studi Kasus: Apa yang Terjadi Setelah Miner Capitulation di 2022?

Episode paling relevan untuk dibandingkan adalah miner capitulation yang terjadi sepanjang 2022.

Pada Q2 2022, setelah collapse Terra-Luna dan krisis FTX, miner menjual 20.000 BTC, rekor saat itu. Hashrate jatuh. Profitabilitas hancur. Banyak yang memprediksi beberapa perusahaan mining besar akan bangkrut.

Yang terjadi: Compute North memang bangkrut. Beberapa miner kecil keluar dari industri. Tapi yang bertahan, terutama yang memiliki hardware lebih efisien dan biaya listrik lebih rendah, menjadi beneficiary terbesar dari recovery yang menyusul.

Dari November 2022 (titik terendah capitulation) hingga Oktober 2025 (ATH $126.080), harga Bitcoin naik 715%. Miner yang bertahan mendapat dua manfaat: harga Bitcoin yang jauh lebih tinggi dan berkurangnya kompetitor karena yang tidak efisien sudah keluar.

Mengapa JPMorgan Tetap Tidak Bearish

Di tengah gambaran yang suram, JPMorgan mengambil posisi yang lebih nuanced dari yang diharapkan banyak orang.

Menurut Bitcoin Magazine yang mengutip laporan JPMorgan, tim analis yang dipimpin Panigirtzoglou "berhenti sebelum menarik kesimpulan bearish." Mereka secara eksplisit menyebut bahwa sentimen lemah seperti ini sudah secara historis berfungsi sebagai indikator kontrarian untuk apresiasi harga di masa depan.

JPMorgan juga menunjukkan bahwa sementara miner menjual dalam jumlah rekor, tren berlawanan muncul dari corporate Bitcoin treasury buyers. Strategy, yang sudah mengkonfirmasi pembelian kembali 1.550 BTC di awal Juni, adalah contoh paling jelas dari counterweight terhadap selling pressure miner.

Siapa yang Survive dan Siapa yang Keluar?

Tidak semua miner dalam kondisi yang sama. Ada dua kelompok yang dibedakan oleh JPMorgan dan CoinShares:

Yang paling tertekan: Miner dengan hardware lama (ASIC generasi 2021-2022 ke bawah) dan biaya listrik di atas $0,06/kWh. Kelompok ini adalah bagian dari 20% yang sudah tidak profitable.

Yang lebih tahan: Miner dengan hardware terbaru (ASIC 2024-2025) dan kontrak listrik di bawah $0,04/kWh, terutama yang beroperasi di area dengan energi terbarukan murah seperti Texas, Paraguay, dan beberapa bagian Kanada.

Menurut Bitcoinist, bahkan dalam krisis ini ada "industry identity shift": perusahaan mining semakin memposisikan diri sebagai perusahaan energi daripada perusahaan kripto murni, dengan rebranding MinerMag menjadi Energy Mag sebagai salah satu contoh paling terlihat.

Perspektif Kami: Ini Adalah Sistem yang Bekerja Sesuai Desainnya

Banyak yang melihat miner capitulation sebagai krisis. Kami melihatnya sebagai mekanisme yang sedang bekerja.

Bitcoin dirancang dengan mekanisme difficulty adjustment yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan mining setiap dua pekan. Ketika miner tidak profitable dan cabut mesin, hashrate turun, difficulty turun, dan miner yang tersisa menjadi lebih profitable. Ini adalah self-correction mechanism yang sudah beroperasi konsisten sejak 2009.

Yang menarik dari kondisi saat ini: sementara miner menjual, corporate treasury buyers seperti Strategy justru sedang membeli. Ini menciptakan dinamika yang tidak pernah ada di siklus sebelumnya yaitu pressure sell dari miner dikompensasi sebagian oleh buying dari institusi.

Pandangan kami: Miner capitulation bukan sinyal bahwa Bitcoin akan terus turun. Secara historis, ini adalah sinyal bahwa kita mendekati titik di mana tekanan supply dari forced sellers akan mereda. Siklus ini menghadirkan complexity baru karena corporate treasury buyers memberi counterweight yang tidak ada di 2022. Kombinasi miner capitulation dan institutional buying adalah setup yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan hasilnya belum bisa dipastikan, tapi tidak ada alasan untuk menyebutnya bearish secara struktural.

NOBI Dana Kripto: Eksposur Bitcoin Tanpa Risiko Mining

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A memberikan eksposur ke Bitcoin tanpa kompleksitas mining: tidak ada biaya listrik, tidak ada hardware, tidak ada risiko profitabilitas yang bergantung pada harga spot vs biaya produksi.

  • Diawasi OJK melalui regulatory sandbox
  • Aset disimpan di kustodian kelas institusional
  • Bisa dimulai dari Rp100.000
  • Beli dan jual kapan saja
CTA Image

Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto

Mulai Sekarang

Manajer Dana Kripto melakukan kegiatan usahanya sebagai bagian dari uji coba regulatory sandbox yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Simulasi performa berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Calon Pemegang Unit Kripto wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum berinvestasi.


FAQ

Apa itu hashprice dan mengapa itu penting?

Hashprice adalah metrik yang mengukur pendapatan mining per unit daya komputasi per hari, biasanya dinyatakan dalam dolar per petahash per detik per hari ($/PH/s/hari). Hashprice saat ini di $28-$33, mendekati titik breakeven untuk hardware lama di sekitar $35. Ketika hashprice turun di bawah breakeven, miner yang menggunakan hardware tersebut terpaksa merugi atau mematikan mesin.

Apakah penurunan mining difficulty itu buruk untuk Bitcoin?

Tidak secara fundamental. Difficulty adjustment adalah fitur, bukan bug. Ketika difficulty turun karena miner keluar, miner yang tersisa menjadi lebih profitable dan memiliki insentif untuk terus mengamankan jaringan. Bitcoin tidak pernah gagal memproses transaksi karena kesulitan mining turun.

Mengapa biaya produksi Bitcoin $78.000 tapi harganya di $63.000?

Biaya produksi $78.000 adalah rata-rata all-in yang mencakup miner yang paling tidak efisien. Miner yang paling efisien bisa memproduksi Bitcoin dengan biaya jauh lebih rendah. Tapi secara agregat, harga di bawah biaya produksi rata-rata berarti margin industri negatif dan memaksa konsolidasi.

Apakah miner besar seperti MARA bisa bangkrut?

Kecil kemungkinannya dalam jangka pendek. Perusahaan seperti MARA memiliki akses ke modal pasar, cadangan kas, dan diversifikasi operasional yang tidak dimiliki miner kecil. Risiko yang lebih besar ada di miner mid-tier dengan biaya tinggi dan tidak punya akses ke pembiayaan publik.

Apakah miner capitulation sudah pernah terjadi sebelumnya dan apa hasilnya?

Ya, setidaknya tiga kali dalam sejarah modern Bitcoin: 2018-2019 (pasca bubble 2017), Q2-Q4 2022 (pasca FTX), dan Januari 2026 (pasca halving dan ATH). Dalam semua kasus, harga Bitcoin berbalik naik secara signifikan setelah periode capitulation berakhir dan miner yang survive kembali profitable.


Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Tag Artikel

#Berita Terkini
logo nobi dki

PT Dana Kripto Indonesia

The Plaza Office Tower - 7th Floor Jl. MH Thamrin Kav. 28-30 Jakarta, INDONESIA halo@nobi.id +62 811 1007 7760

Investasi

Mulai InvestasiProduk KamiBerita Terbaru

Perusahaan

Tentang KamiKebijakan PrivasiSyarat dan Ketentuan

Dukungan

Hubungi Kami
Terdaftar di
KOMDIGI
Asosiasi Blockchain Indonesia
© 2026 PT Dana Kripto Indonesia. Semua hak dilindungi.
Calon pemegang Unit Kripto wajib memahami risiko yang terkait dengan investasi pada Aset Kripto, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, calon pemegang Unit Kripto diharapkan untuk membaca dan memahami dengan baik isi dalam masing-masing Prospektus. Apabila perlu, calon pemegang Unit Kripto disarankan untuk meminta pendapat profesional sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Kinerja historis tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Informasi mengenai kinerja masa lalu disediakan semata-mata untuk tujuan informatif dan ilustratif dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual.